Basarnas Lampung masih menunggu instruksi terkait kemungkinan dibukanya kembali operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru Speedboat Arupadatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Keputusan tersebut berada di tangan Search Mission Coordinator (SMC).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung Deden Ridwansyah mengatakan pihaknya saat ini tidak melakukan pencarian secara fisik dengan mengerahkan alat utama sistem (alutsista). Setelah operasi SAR ditutup, pemantauan dan koordinasi tetap dilakukan.
"Yang jelas kan tiap hari saat ini juga kami terus melakukan monitoring. Terkait masalah ini terus berjalan," kata Deden saat dihubungi, Rabu (23/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deden menjelaskan operasi SAR sebelumnya telah berlangsung hingga 18 September 2026. Pada hari kelima operasi, tepatnya 12 September, tim SAR gabungan menemukan jenazah di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu Utara.
Jenazah tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Sukarman, salah satu ABK Speedboat Arupadatu 1. Identitas Sukarman dipastikan berdasarkan pemeriksaan DNA oleh Tim DVI Polda Bengkulu yang hasilnya keluar pada 22 September 2026.
"Ini bukan penemuan baru sebetulnya. Ini di hari kelima operasi SAR sedang berlangsung, ditemukan jenazah. Hasilnya baru disampaikan per hari ini, rilisnya dari Polda," ujarnya.
Deden mengatakan Basarnas Lampung tetap melakukan pemantauan meski operasi pencarian secara fisik telah dihentikan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu terkait perkembangan pencarian di wilayah perairan Bengkulu.
"Jadi kami tetap dilibatkan terkait dengan masalah pemantauan ini. Kami tetap melakukan koordinasi, bahkan dengan Bengkulu," jelasnya.
Menurut Deden, apabila SMC memutuskan operasi SAR kembali dibuka dan meminta pengerahan alutsista, Basarnas Lampung siap menjalankan tugas tersebut.
"Kalau pembukaannya nanti seperti apa dari SMC, yang menentukan SMC. Kalau SMC mau membuka kembali, kemudian meminta bantuan lagi pengerahan alutsista, ya kami siap untuk melaksanakan itu," tandasnya.
Untuk diketahui, Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru kapal speedboat Arupadatu 1 yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dihentikan pada 17 September 2026.
Dalam pelaksanaan pencarian, Basarnas Lampung menerjunkan 3 unit kapal yakni KN SAR Basudewa, RIB 01 dan RIB 02.
