Keluar dari Habitat, Tapir di Perkebunan Sawit Lampung Diduga Alami Stres

Lampung

Keluar dari Habitat, Tapir di Perkebunan Sawit Lampung Diduga Alami Stres

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Senin, 21 Sep 2026 20:40 WIB
Kondisi tapir yang ditemukan di Mesuji
Foto: Kondisi tapir yang ditemukan di Mesuji (Istimewa)
Mesuji -

Seekor tapir betina yang terperosok di saluran air perkebunan sawit PT Pematang Agri Lestari (PAL), Mesuji, Lampung, mengalami stres ringan. Satwa dilindungi itu juga ditemukan mengalami sejumlah luka lecet setelah berhasil dievakuasi.

Tapir tersebut kini ditempatkan sementara di Taman Kehati Kabupaten Mesuji untuk menjalani observasi dan perawatan. Petugas masih memantau kondisi kesehatan satwa tersebut untuk memastikan tidak ada cedera serius.

Berdasarkan pemeriksaan awal tim Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu bersama dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mesuji, tapir diketahui berjenis kelamin betina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter hewan menemukan sejumlah luka ringan pada tubuh tapir. Luka lecet itu terdapat di bagian kaki, tengkuk, punggung, perut sebelah kanan, dan mulut.

"Satwa mengalami stres ringan dan ditemukan beberapa luka ringan atau lecet pada bagian tubuh," kata Kepala Balai KSDA Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

ADVERTISEMENT

Meski mengalami luka, tapir tersebut masih dapat berjalan dengan baik setelah berhasil dikeluarkan dari saluran air. Pemeriksaan awal juga belum menemukan adanya indikasi patah tulang.

Petugas kemudian memberikan vitamin untuk membantu pemulihan kondisi tapir serta mengobati bagian tubuh yang mengalami luka.

Tapir selanjutnya dipindahkan ke Taman Kehati Kabupaten Mesuji. Satwa tersebut ditempatkan di kandang seluas sekitar 2.000 meter persegi dengan pagar setinggi sekitar 1,6 meter.

Agung mengatakan kondisi tapir masih akan dipantau. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan tidak ada cedera internal maupun gangguan kesehatan lain yang belum terlihat dari pemeriksaan awal.

"BKSDA Bengkulu bersama para pihak telah melakukan evakuasi dan penanganan awal terhadap tapir tersebut. Saat ini satwa masih menjalani observasi untuk memantau kondisi kesehatan, perilaku, serta perkembangan luka yang dialami," tandasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads