Sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) berpotensi diguyur hujan intensitas sedang dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer, termasuk aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Sumsel.
Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Siswanto mengatakan kondisi dinamika atmosfer di Sumsel dipengaruhi angin timuran. Saat ini, MJO secara spasial diprediksi aktif di wilayah Sumsel.
"Berdasarkan kondisi tersebut, potensi hujan di wilayah Sumsel diprakirakan terjadi hujan dengan intensitas sedang pada 21-23 September 2026," ujar Siswanto, Senin (1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hujan dengan intensitas sedang tersebut berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, yakni di Musi Banyuasin, Musi Rawas, Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, Lahat, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Prabumulih.
Selanjutnya, pada periode 26-28 September 2026, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang kembali berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.
"Untuk periode 26-28 September, potensi hujan intensitas ringan sampai sedang diprakirakan kembali berpeluang terjadi di wilayah Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, Lahat dan Muara Enim," katanya.
Sementara itu, berdasarkan pemutakhiran terbaru dari Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan pada September 2026, peralihan musim kemarau menuju musim hujan di Sumsel diprakirakan mulai terjadi bertahap pada Oktober 2026.
Kondisi yang lebih konsisten memasuki musim hujan diprakirakan terjadi pada November 2026.
"Pada Oktober 2026, hujan masih cenderung rendah dan bersifat tidak merata. Sedangkan pada November, sebagian besar wilayah Sumsel mulai diprakirakan mendapat curah hujan kategori menengah," jelasnya.
