Tiga helikopter water bombing (WB) dikerahkan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim, Sumatera Selatan. Karhutla yang terjadi berkisar 50 hektare lebih dengan melakukan 113 kali WB.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan pemadaman udara di wilayah OKI dilakukan di Cengal, Pangkalan Lampam, Sungai Menang, dan Tanjung Lubuk. Sementara satu lokasi lainnya berada di Muara Belida, Muara Enim.
"Total ada 113 kali WB, dengan 95 WB di wilayah OKI dan 18 WB ke Muara Enim," ujar Sudirman, Senin (21/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemadaman tersebut dilakukan berdasarkan hasil patroli udara yang mendeteksi 18 titik firespot. Tim kemudian melakukan penanganan di lima wilayah yang terdeteksi mengalami kebakaran.
Meski telah dilakukan pemadaman dari udara, kondisi sejumlah lokasi masih belum sepenuhnya padam hingga Minggu (20/9) sore. Asap masih terlihat di beberapa titik.
"Kondisinya masih berasap hingga akhir pemadaman, bahkan ada yang masih berasap tebal," katanya.
Di wilayah Pangkalan Lampam, tercatat luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 15 hektare. Pemadaman dilakukan melalui 31 kali WB dan berhasil memadamkan sekitar 6 hektare lahan.
Sementara di Cengal, luas karhutla diperkirakan sekitar 10 hektare. Sebanyak 14 kali WB dilakukan di lokasi tersebut dan sekitar 4 hektare lahan berhasil dipadamkan. Namun, kondisi di lokasi masih terdapat asap tebal.
Kemudian di Sungai Menang, karhutla melanda lahan sekitar 8 hektare. Sebanyak 19 kali WB dilakukan untuk memadamkan api. Hingga pemadaman berakhir, kondisi di lokasi masih berasap.
Dan di Tanjung Lubuk, pemadaman di lahan seluas 10 hektare dilakukan dengan 32 kali WB. Kondisinya juga masih berasap hingga akhir pemadaman.
Upaya pemadaman di Muara Belida, Muara Enim terhadap lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 10 hektare. Pemadaman dilakukan sebanyak 18 kali WB dan kondisi lokasi masih berasap tebal.
"Pemadaman akan dilanjutkan kembali hari ini seusai pemantauan udara melakukan patroli," tukasnya.
