Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring bagi seluruh jenjang pendidikan mulai TK/PAUD, SD hingga SMP. Kebijakan ini berlaku mulai 21 September 2026 sampai kondisi kualitas udara dinyatakan aman untuk kembali belajar tatap muka.
"Berdasarkan edaran Bapak Wali Kota, semua jenjang TK/PAUD, SD dan SMP menjalankan aktivitas belajar daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ)," kata Juru Bicara Pemkot Jambi, Saleh Ridho kepada detikSumbagsel, Minggu (20/9/2026)
Saleh mengatakan kebijakan tersebut menjadi langkah perlindungan bagi siswa di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla yang masih menyelimuti Jambi. Menurutnya, aktivitas belajar tetap berjalan meski dilakukan dari rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah menjadi langkah yang tepat untuk memberikan perlindungan kepada siswa sekolah di tengah kabut asap karhutla ini," ujarnya.
Dia menyebut keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara. Pemkot Jambi sebelumnya menetapkan PJJ melalui Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 29 Tahun 2026 tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara terhadap Kegiatan Belajar Mengajar.
"Apalagi kondisi udara saat ini juga masih kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat buat kesehatan anak di luar rumah," jelas Saleh.
Dalam surat edaran itu, PJJ diberlakukan sampai kualitas udara dinyatakan aman untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Kepala satuan pendidikan, tenaga kependidikan dan guru tetap menjalankan tugas untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung secara efektif melalui sistem daring.
"Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak pencemaran udara sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi kabut asap yang belum sepenuhnya aman," terangnya.
Saleh juga mengingatkan para siswa agar selama PJJ tidak memanfaatkan waktu untuk beraktivitas di luar rumah. Orang tua diminta ikut mengawasi dan mendampingi anak selama pembelajaran berlangsung.
"Kita imbau juga setiap siswa untuk menjalankan daring, tidak melakukan keluyuran di luar rumah, perbanyak berada di dalam ruangan dan tidak melakukan aktivitas di luar saat kabut asap pekat," tegasnya.
Pemkot Jambi juga meminta sekolah, guru, orang tua dan pengawas pendidikan bersama-sama memastikan proses PJJ berjalan dengan baik. Pembelajaran tatap muka nantinya akan disesuaikan kembali berdasarkan perkembangan kualitas udara dan hasil pemantauan kondisi lingkungan.
"Jadi selama kondisi udara belum aman, kita minta semua pihak mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan. Keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi perhatian utama, sementara hak anak untuk mendapatkan pembelajaran juga harus tetap berjalan," tutup Saleh Ridho.
