Kualitas udara Palembang, kembali berada pada kategori berbahaya atau hitam pada dini hari tadi. Konsentrasi partikulat halus (PM2.5) masih berada di atas 200 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan status berbahaya itu terjadi pada pukul 02.00 WIB-03.00 WIB. Kisaran angka PM2.5 yang tercatat di Stasiun Musi 2 Palembang sebesar 263,1 µg/m³-257,7 µg/m³.
"Pada pukul 02.00 WIB dan 03.00 WIB, stasiun mencatat kualitas udara masih berada lada level berbahaya," ujar Wandayantolis, Senin (21/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian setelahnya turun ke level kuning atau tidak sehat pada pukul 04.00 WIB-06.00 WIB. Kisaran agka PM2.5 sebesar 148,4 µg/m³-141,3 µg/m³.
Sementara pada pagi tadi, kualitas udara Palembang tercatat pada kategori merah. Pukul 07.00 WIB angkanya tercatat naik menjadi 174,6 µg/m³ dan pukul 08.00 WIB turun menjadi 168,9 µg/m³.
"Pagi ini udara tercatat masih sangat tidak sehat, masyarakat tetap diimbau waspada," katanya.
Wandayantolis mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker diimbau tetap dilakukan karena kondis udara belum membaik.
"Meski konsentrasi PM2.5 sudah turun dari kondisi puncaknya, levelnya masih cukup tinggi. Masyarakat tetap perlu berhati-hati dan membatasi paparan udara luar apabila kualitas udara kembali memburuk," tukasnya.
