ISPA Jambi Naik, Tembus 7.824 Kasus di Tengah Kabut Asap Karhutla

Jambi

ISPA Jambi Naik, Tembus 7.824 Kasus di Tengah Kabut Asap Karhutla

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Jumat, 18 Sep 2026 11:00 WIB
Kabut asap di Kota Jambi yang semakin pekat
Foto: Kabut asap di Kota Jambi yang semakin pekat (Ferdi Almunanda)
Jambi -

Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Provinsi Jambi meningkat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat 7.824 kasus ISPA hingga minggu ke-36 atau periode 6-12 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dr. Ike Silviana mengatakan peningkatan kasus terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi udara tidak sehat.

"Terlihat terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu terakhir. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi udara tidak sehat," kata dr. Ike, kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada minggu ke-34, jumlah kasus ISPA tercatat 7.521 kasus. Angka itu kemudian naik menjadi 7.563 kasus pada minggu ke-35, sebelum kembali meningkat menjadi 7.824 kasus pada minggu ke-36.

"Kita melihat adanya peningkatan kasus, sehingga masyarakat perlu lebih waspada terhadap kondisi kesehatan, terutama ketika udara sedang tidak sehat," katanya.

ADVERTISEMENT

Kota Jambi tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus ISPA paling tinggi. Namun, peningkatan kasus juga terjadi di sejumlah kabupaten.

Di Kabupaten Bungo, misalnya, kasus ISPA mengalami kenaikan cukup tinggi. Jumlahnya mencapai 360 kasus pada minggu ke-34, naik menjadi 407 kasus pada minggu ke-35, kemudian melonjak hingga 948 kasus pada minggu ke-36.

"Di Bungo peningkatannya cukup terlihat dari minggu ke minggu. Ini perlu menjadi perhatian masyarakat," jelas Ike.

Sementara itu, kasus ISPA di Kabupaten Batanghari yang sebelumnya berada di kisaran 300-400 kasus per minggu juga meningkat menjadi lebih dari 600 kasus.

"Batanghari juga terlihat ada peningkatan kasus. Biasanya sekitar 300 sampai 400 kasus, sekarang sudah lebih dari 600 kasus," ujarnya.

Di Kabupaten Tebo, tercatat 839 kasus pada minggu ke-34. Jumlah itu meningkat menjadi 1.013 kasus pada minggu ke-35, sebelum turun menjadi 759 kasus pada minggu ke-36.

"Di Tebo memang ada peningkatan, tetapi pada minggu ke-36 sudah mengalami penurunan menjadi 759 kasus," kata Ike.

Peningkatan kasus juga tercatat di Sarolangun, Merangin, Kerinci dan Sungai Penuh. Namun, Dinkes Jambi menyebut kenaikan di daerah tersebut belum tergolong bermakna.

"Ada peningkatan juga di beberapa daerah lain, seperti Sarolangun, Merangin, Kerinci dan Sungai Penuh, tetapi belum tergolong bermakna," katanya.

Kenaikan kasus ISPA ini terjadi saat Jambi masih menghadapi karhutla dan kabut asap. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta lebih memperhatikan kesehatan dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

"Kalau tidak ada keperluan, sebaiknya batasi kegiatan di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, gunakan masker," imbau Ike.

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker dan memperbanyak minum air putih. Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya.

"Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang tidak sehat," ujarnya.

Dinkes juga meminta perhatian lebih terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, lansia serta warga yang memiliki penyakit jantung dan paru-paru.

"Kelompok rentan harus lebih kita lindungi. Kalau kondisi udara tidak sehat, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi," katanya.
Ike mengingatkan masyarakat tidak menunggu kondisi memburuk apabila mulai mengalami gangguan pernapasan.

"Kalau mengalami keluhan kesehatan, segera periksa dan jangan menunggu kondisi menjadi lebih berat," pungkasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads