Setelah pemerintah menindaktegas dan mengumumkan merek beras fortifikasi yang overclaim, banyak masyarakat mencari tahu cara membedakan antara produk yang asli dan palsu. Sudahkah detikers mengetahuinya?
Bila belum atau masih asing dengan beras fortifikasi, detikers bisa menyimak rangkuman di bawah ini untuk memahami ciri-cirinya agar tidak tertipu dengan beras fortifikasi mahal tetapi tidak mengandung gizi yang disebutkan.
Mengenal Fortifikasi
Menurut World Health Organization (WHO), fortifikasi termasuk salah satu strategi paling efektif dan hemat biaya untuk mencegah kekurangan zat gizi mikro di masyarakat, seperti zat besi, yodium, vitamin A, dan asam folat masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara berkembang.
Zat gizi yang ditambahkan pada beras berupa zat besi, Selenium, Seng, vitamin B1, B3, B6, B9, B12, dan vitamin E, sebagaimana rekomendasi dari WHO. Adanya penambahan zat gizi tersebut, harga besar fortifikasi relatif cukup tinggi.
Padahal, salah satu syarat penting dari fortifikasi pangan adalah tidak boleh terjadi perbedaan harga yang mencolok antara beras biasa dan beras fortifikasi. Selain itu, dugaan beras fortifikasi yang tidak sesuai klaim menjadi masalah yang sedang diselesaikan pemerintah.
Simak Video "Video: Timnya CR7 Dihajar 4-0 oleh AL Ain di AFC Champions League"
(mep/mep)