Anak yang Bacok Ayah Kandung hingga Tewas di Banyuasin Ditangkap

Sumatera Selatan

Anak yang Bacok Ayah Kandung hingga Tewas di Banyuasin Ditangkap

Irawan - detikSumbagsel
Jumat, 18 Sep 2026 07:31 WIB
Ilustrasi penangkapan, ilustrasi borgol
Foto: Ilustrasi penangkapan (A.Prasetia/detikcom)
Banyuasin -

Sumarno (32), pelaku pembacokan terhadap ayah kandungnya, Sukeri (69) ditangkap polisi. Korban meninggal setelah mengalami tiga luka bacok di bagian leher.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban di Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan pelaku Sumarno langsung diamankan dan dibawa ke Polres Banyuasin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya pelaku pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri sudah kami tangkap belum 1x24 jam usai kejadian," katanya kepada detikSumbagsel, Kamis (17/9/2026).

Risnan mengungkapkan polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengungkap secara lebih rinci kronologi dan motif pembunuhan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Pelaku diperiksa di Polres Banyuasin selain pelaku, barang bukti berupa parang yang digunakan dalam kejadian tersebut juga sudah diamankan," ungkapnya.

Risnan menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi tersebut diduga dipicu persoalan lahan antara Sumarno dan ayahnya. Sebelum kejadian, keduanya terlibat cekcok di rumah korban.

"Menurut keterangan pelaku, yang bersangkutan mempunyai permasalahan dengan orang tuanya terkait lahan. Kemudian terjadi cekcok atau keributan di rumah korban," ujarnya.

Cekcok tersebut kemudian berujung kekerasan. Sumarno diduga mengambil sebilah parang dan menyerang ayahnya.

Sukeri mengalami tiga kali bacokan di bagian leher. Akibat luka tersebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Jenazah Sukeri kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk persoalan lahan yang diduga menjadi pemicu cekcok antara Sumarno dan ayah kandungnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads