Industri pertambangan tidak hanya berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga memiliki kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Hal itu salah satunya dilakukan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di bidang kesehatan. Program tersebut menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional maupun kawasan yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
PTBA berupaya memastikan aktivitas perusahaan juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Salah satunya melalui program pencegahan dan pendampingan kesehatan masyarakat yang dilakukan secara rutin di kawasan pesisir Sungai Musi, termasuk wilayah ring satu Kertapati, Palembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senior Public Relation Specialist PTBA Kertapati Port, Cahyo Ady Nugraha, mengatakan kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dilakukan secara berkala dengan menyasar masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Untuk pencegahan dan pendampingan kesehatan masyarakat, kegiatan ini kami lakukan dua minggu sekali di kawasan pesisir Sungai Musi, khususnya di sekitar ring satu Kertapati," katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan PTBA terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi masyarakat.
Pelayanan kesehatan digelar di Kelurahan Karang Anyar dan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang pada Rabu (16/9/2026). Sekitar 200 warga mengikuti pemeriksaan dan mendapatkan pelayanan kesehatan, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia).
"Kegiatan seperti ini sudah kami lakukan kurang lebih selama 30 tahun. Kami ingin masyarakat, terutama yang berada di kawasan pesisir dan jauh dari akses layanan kesehatan, tetap mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, PTBA juga memberikan perhatian terhadap persoalan gizi dan stunting. Anak-anak yang terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan akan mendapatkan pendampingan dan pemantauan secara berkala.
"Program ini juga salah satu upaya kami untuk membantu mengurangi angka stunting. Tidak hanya anak-anak, ibu hamil juga kami berikan susu, vitamin dan pendampingan agar kebutuhan gizinya terpenuhi," jelas Cahyo.
Dia menambahkan, anak yang terdeteksi mengalami stunting tidak hanya mendapatkan bantuan pada saat kegiatan berlangsung. Pertumbuhan dan perkembangan mereka juga dipantau secara berkelanjutan.
"Kalau ada anak yang terdeteksi stunting, kami lakukan pengobatan dan pendampingan, kemudian dipantau tumbuh kembangnya sampai kondisinya membaik," katanya.
Salah satu warga Karang Anyar, Sri (32), membawa anaknya, Idris, yang masih berusia lima tahun untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Sri mengatakan program tersebut memberikan harapan bagi keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan gizi anak.
"Alhamdulillah kami terbantu dengan adanya program dari PTBA ini. Anak saya bisa diperiksa, mendapat vitamin dan obat, serta kami juga diberikan arahan bagaimana memenuhi kebutuhan gizinya," kata Sri.
Dia mengatakan kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal.
"Penghasilan keluarga terbatas, jadi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak memang tidak selalu mudah. Dengan adanya program ini kami mendapat vitamin, obat dan pendampingan," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ismail (81), warga Karang Anyar, Kecamatan Gandus. Ia mengaku senang mendapatkan perhatian melalui program kesehatan yang menyasar masyarakat di kawasan pesisir Sungai Musi.
"Senang ada perhatian seperti ini. Saya dan cucu bisa diperiksa dan mendapatkan vitamin serta susu. Ini sangat membantu masyarakat di daerah pesisir," kata Ismail.
Camat Gandus, Jufriansyah, turut mengapresiasi konsistensi PTBA dalam menjalankan program kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran program tersebut memberikan manfaat langsung, terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan pendampingan.
"Kami mengapresiasi program PTBA yang konsisten memberikan pencegahan dan pendampingan kesehatan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir Sungai Musi wilayah Gandus," kata Jufriansyah.
Dia menyebut pelayanan yang diberikan cukup menyeluruh karena menyasar berbagai kelompok usia.
"Mulai dari ibu hamil, anak-anak sampai lansia mendapatkan pemeriksaan dan perhatian. Banyak masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya program seperti ini," ujarnya.
Masyarakat Gandus Palembang berobat dan mengecek kesehatan gratis dari PTBA Foto: Irawan |
Menurut Jufriansyah, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat menjadi penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
Program sosial seperti yang dilakukan PTBA, lanjutnya, tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat mendukung pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.
Bagi PTBA, kontribusi industri pertambangan terhadap masyarakat tidak berhenti pada aktivitas produksi dan kontribusi ekonomi. Program kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri dan sehat.
Dengan masyarakat yang sehat dan memiliki akses terhadap layanan dasar, pembangunan ekonomi di sekitar wilayah operasional perusahaan diharapkan dapat terus berjalan sekaligus menjadi bagian dari investasi sosial untuk menyiapkan kualitas sumber daya manusia dan masa depan Indonesia.
Simak Video "Cicipi Segarnya Pindang Khas Palembang yang Menggugah Selera"
[Gambas:Video 20detik] (dai/dai)

