Sumatera Selatan

Catat! Kualitas Udara di Palembang Masih Status Berbahaya

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 16 Sep 2026 12:31 WIB
Foto: Grafik kualitas udara dari Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang. (Dok. BMKG)
Palembang -

Kualitas udara di Palembang, kian memburuk pada Rabu (16/9/2026) dini hari. Status udara berada pada level berbahaya atau hitam. Bahkan, angka tertinggi mencapai 512,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³) berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan kondisi kualitas udara terpantau fluktuatif hingga pagi hari. Namun, level udara didominasi berbahaya sejak tengah malam.

"Angka kualitas udara dini hari tadi fluktuatif, namun didominasi level berbahaya. Konsentrasi PM2.5 tertinggi terjadi pada pukul 00.00 WIB mencapai 512,1 µg/m³," ujar Wandayantolis.

Setelahnya atau pukul 01.00 WIB, angkanya turun menjadi 333,8 µg/m³. Selanjutnya, konsentrasi PM2.5 kembali turun menjadi 279,5 µg/m³ dan 252,9 µg/m³. Level pada waktu-waktu tersebut masih berada pada status berbahaya.

Kondisi sempat membaik pada pukul 04.00 WIB. Saat itu, angka PM2.5 tercatat 237,4 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Namun, kualitas udara kembali memburuk pada pagi hari. Pada pukul 05.00 WIB, konsentrasi PM2.5 naik menjadi 280,2 µg/m³ dan masih berada pada level berbahaya. Angka tersebut kemudian tercatat 265,4 µg/m³.

Memasuki pukul 07.00 WIB, kualitas udara kembali turun ke level merah atau kategori sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 198,5 µg/m³ dan sejam kemudian menjadi kuning atau tidak sehat dengan 111,7 µg/m³.

"Penyebab buruknya kualitas udara ini masih diakibatkan oleh kejadian karhutla di wilayah Sumsel," katanya.

"Masyarakat, khususnya kelompok rentan, perlu memperhatikan kondisi udara saat melakukan aktivitas di luar ruangan," imbuhnya.



Simak Video "Kemendagri Beri Apresiasi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork