Masih Terdeteksi Gempa dan Hembusan Asap Putih di Gunung Anak Krakatau

Lampung

Masih Terdeteksi Gempa dan Hembusan Asap Putih di Gunung Anak Krakatau

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 16 Sep 2026 22:15 WIB
Kondisi terkini Gunung Anak Krakatau
Foto: Kondisi terkini Gunung Anak Krakatau (Dok. Istimewa)
Lampung Selatan -

Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Lampung Selatan mulai melandai setelah erupsi pada awal September. Namun, aktivitas kegempaan dan hembusan masih terpantau hingga Rabu (16/9/2026).

Berdasarkan laporan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), GAK mengalami dua kali aktivitas kegempaan pada Rabu dini hari. Kegempaan tersebut terdiri atas satu kali gempa frekuensi rendah (low frequency) dan satu kali tremor menerus.

Kepala Pos Pantau GAK Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan aktivitas gunung masih dipantau. Hembusan asap putih juga masih keluar dari GAK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih, low frequency dan hembusan masih ada," kata Suwarno saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).

Suwarno menambahkan asap yang terlihat merupakan asap putih yang diembuskan oleh Gunung Anak Krakatau.

ADVERTISEMENT

"Iya, asap putih yang dihembuskan oleh GAK," ujarnya.

Laporan PVMBG mencatat satu kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 43 milimeter dan durasi 9 detik. Selain itu, teramati satu kali tremor menerus dengan amplitudo 1-5 milimeter, dominan 2 milimeter.

Secara visual, gunung tertutup kabut dengan tingkat 0-III sehingga asap kawah tidak teramati. Cuaca di sekitar gunung cerah hingga berawan, dengan angin lemah bertiup ke arah barat laut.

Suhu udara tercatat 26,1-26,5 derajat Celsius, sedangkan kelembapan berada pada kisaran 81-83 persen.

Gunung Anak Krakatau memiliki ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berada di wilayah Lampung Selatan.

PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Imbauan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya aktivitas vulkanik di sekitar kawah aktif.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads