ISPU Kategori Sangat Tak Sehat, TK-SMP di Jambi Kembali Belajar Daring

Jambi

ISPU Kategori Sangat Tak Sehat, TK-SMP di Jambi Kembali Belajar Daring

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Rabu, 16 Sep 2026 02:29 WIB
Kondisi Kota Jambi yang dikepung kabut asap
Foto: Kondisi Kota Jambi yang dikepung kabut asap (Ferdi Almunanda)
Jambi -

Kabut asap kembali mengepung Kota Jambi. Kualitas udara yang memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat membuat aktivitas belajar tatap muka TK/PAUD, SD hingga SMP kembali dihentikan.

"Untuk hari ini, pembelajaran bagi TK/PAUD, SD dan SMP kembali diliburkan atau dilaksanakan secara daring atau PJJ selama 3 hari ke depan," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Jambi sekaligus Juru Bicara Pemkot Jambi, Saleh Ridho, Selasa (15/9/2026).

Pantauan kondisi Kota Jambi pagi tadi, kabut asap memang terlihat pekat menyelimuti sejumlah kawasan. Udara tampak berkabut dan jarak pandang ikut terganggu. Di tengah kondisi tersebut, angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kembali menembus angka 200 lebih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ISPU berada di atas 200, maka pembelajaran tatap muka untuk TK/PAUD, SD dan SMP kembali dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh," ujar Saleh.

Kondisi ini membuat siswa kembali harus belajar dari rumah. Kebijakan tersebut menjadi langkah Pemkot Jambi untuk mengurangi risiko paparan udara buruk terhadap anak-anak selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

Saleh mengatakan keputusan itu bukan diambil tanpa dasar. Pemkot Jambi mengacu pada hasil pemantauan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) Provinsi Jambi dalam menentukan pelaksanaan pembelajaran.

"Jadi kita melihat kondisi kualitas udara secara berkala. Kalau kondisinya masih tidak sehat untuk anak-anak, maka PJJ menjadi pilihan untuk sementara," jelasnya.

Kebijakan tersebut juga mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan layanan pendidikan di wilayah terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Pemkot Jambi memastikan perkembangan kualitas udara akan terus dipantau. Sekolah tatap muka akan disesuaikan kembali dengan kondisi udara di Kota Jambi.

"Kita tentu berharap kondisi udara segera membaik sehingga anak-anak bisa kembali belajar secara tatap muka. Untuk sementara, kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi prioritas," tutup Saleh Ridho.

Sebelumnya para siswa dari SD kelas 3 hingga SMP sudah kembali menjalani pembelajaran tatap muka. Namun, kondisi asap pekat dan udara tak sehat tadi pagi terpaksa harus kembali belajar dari rumah melalui sistem pembelajaran jarak jauh.

Saleh mengatakan Pemkot Jambi terus menjadikan kondisi kualitas udara sebagai pertimbangan utama dalam menentukan apakah kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan secara langsung atau harus dialihkan ke sistem daring.

"Kita terus memantau perkembangan kualitas udara. Jadi kebijakan pembelajaran ini menyesuaikan kondisi udara yang ada," katanya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads