Pemerintah Kabupaten (Pemkba) Muaro Jambi meliburkan sekolah selama tiga hari untuk SD dan SMP. Langkah ini diambil karena Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 311 yang masuk kategori berbahaya.
Sebelum, Pemkab Jambi sudah melakukan pembelajaran daring untuk TK/PAUD dan SD kelas satu hingga tiga, sementara pembelajaran tatap muka bagi SD kelas 3 dan 6 hingga kelas 1 dan 3 SMP. Karena udara yang berbahaya sekolah pun diliburkan.
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi kualitas udara yang semakin memburuk. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan siswa menjadi pertimbangan utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini karena udara sudah masuk level berbahaya akibat kabut asap yang begitu pekat. Kita ambil keputusan cepat untuk meliburkan sekolah selama tiga hari," kata Bambang kepada detikSumbagsel, Selasa (15/9/2026).
Bambang mengatakan kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap para siswa. Bahkan, sejumlah siswa yang sempat datang ke sekolah diminta kembali pulang setelah kondisi kabut asap semakin pekat.
"Sebelumnya yang daring hanya TK/PAUD dan SD kelas 1 dan 3, yang lain tetap tatap muka, tetapi karena kini udara berbahaya, maka semua yang sekolah kita liburkan," ujarnya.
Menurut Bambang, kondisi udara yang memburuk tidak bisa dianggap sepele. Paparan asap dalam kondisi kualitas udara yang sudah berada pada level berbahaya berisiko mengganggu kesehatan, khususnya bagi anak-anak yang masih berusia sekolah.
Karena itu, Pemkab Muaro Jambi memilih untuk mengurangi aktivitas anak di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.
"Anak-anak kita jangan sampai terpapar asap terlalu lama. Kita utamakan keselamatan dan kesehatan mereka, selama daring, saya harap anak-anak juga tidak beraktivitas penuh di luar rumah, dan lebih utamakan di dalam rumah," terangnya
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun BMKG Jambi Jaya Martua Sinaga mengatakan jarak pandang di Kota Jambi pada pukul 08.00 WIB hanya sekitar 600 meter. Kondisi tersebut kemudian membaik menjadi 900 meter.
"Pada pukul 08.00 WIB jarak pandang Kota Jambi 600 meter. Sedangkan untuk saat ini 900 meter," kata Jaya.
Jaya menjelaskan kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi merupakan dampak karhutla di sejumlah wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.
"Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Jambi dari kemarin hingga saat ini, akibat dampak karhutla di Tanjung Jabung Timur dan sebagian besar dari Sumatera Selatan," ujarnya.
Asap dari Sumatera Selatan juga terbawa oleh pergerakan angin hingga masuk ke wilayah Jambi.
"Iya, benar terbawa oleh angin tenggara menuju barat laut," jelasnya.
Diketahui, ISPU di Kabupaten Muaro Jambi Tembus di angka 311 dengan level berbahaya berdasarkan pantauan aplikasi ISPUnet pada Selasa (15/9/2026). Tidak hanya Muaro Jambi, hari ini, kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi memang kembali memburuk akibat asap.
Sementara Kota Jambi berada di angka 251, yang masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Tanjung Jabung Timur mencatat ISPU PM2.5 sebesar 208, sedangkan Tebo mencapai 212. Kedua wilayah tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
