Kualitas udara di Palembang, kian memburuk pada Selasa (15/9/2026) pagi. Tercatat di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, angka konsentrasi partikulat halus (PM2.5) mencapai 310,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³) atau status berbahaya.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan tingginya konsentrasi PM2.5 tersebut terjadi di tengah masih berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumsel.
"Pagi ini pukul 08.00 WIB tercatat level berbahaya atau hitam dengan angka 310,9 µg/m³. Sebelumnya, level sangat tidak sehat atau merah," ujar Wandayantolis, Selasa.
Catatan level berbahaya ini biasanya terjadi pada dini hari. Sementara pada Selasa dini hari hingga pukul 07.00 WIB, kondisi kualitas udara berada pada level sangat tidak sehat atau merah dengan angka tertinggi PM2.5 sebesar 242 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB.
"Asap akibat karhutla masih menjadi penyebab buruknya udara saat ini. Kondisi ini semakin parah terjadi sejak akhir Agustus hingga pertengahan September ini," jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat diimbau tetap membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat (kuning), sangat tidak sehat (merah), dan berbahaya (hitam).
"Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," tukasnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(csb/csb)