Kualitas udara di wilayah Kota Palembang belum menunjukkan tren membaik. Kondisinya pada Selasa (1/9/2026) pagi masih berada dalam kategori tidak sehat. Bahkan, pada dini hari kualitas udara sempat tercatat dalam kategori sangat tidak sehat atau level merah.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan berdasarkan data di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kondisi udara itu perlu menjadi perhatian masyarakat.
"Kualitas udara di Palembang pada pagi ini masih berada dalam kategori tidak sehat. Sebelumnya, pada dini hari sempat masuk kategori sangat tidak sehat," ujar Wandayantolis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, level merah tercatat pada pukul 01.00 WIB dengan konsentrasi PM2.5 di angka 183,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Setelahnya, kualitas udara kian membaik hingga tercatat 75,6 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB. Meski membaik, kondisinya masih level kuning atau tidak sehat.
"Kondisi kualitas udara tersebut dipengaruhi oleh konsentrasi partikulat di udara yang masih cukup tinggi. Dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel masih menjadi penyebabnya," katanya.
Dia mengimbau masyarakat memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Dia meminta masyarakat dalam beraktivitas menggunakan masker untuk meminimalisir dampak asap secara langsung.
"Penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika harus beraktivitas di luar ruangan," jelasnya.
