Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Terkendala Kabut

Lampung

Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Terkendala Kabut

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Senin, 14 Sep 2026 16:31 WIB
Pencarian rombongan jurnalis di Selat Sunda oleh tim SAR
Foto: Pencarian rombongan jurnalis di Selat Sunda oleh tim SAR (Dok. Basarnas Lampung)
Lampung Selatan -

Tim SAR gabungan kembali mencari lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang di perairan Selat Sunda. Memasuki hari ketujuh, pencarian di wilayah Teluk Semangka terkendala kabut yang membuat jarak pandang hanya 1-1,5 mil laut.

Pencarian dilakukan menggunakan KN SAR Basudewa dengan membawa 27 personel gabungan. Kapal bertolak dari Pelabuhan Pelindo Panjang, Bandar Lampung, sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sektor Z.

Nakhoda KN SAR Basudewa Lampung, Capt M Fadli mengatakan kondisi laut pagi ini sebenarnya cukup mendukung untuk operasi pencarian. Ketinggian gelombang hanya sekitar 0,5-0,7 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk pagi ini, alhamdulillah secara kondisi gelombang cukup tenang. Gelombang ketinggian 0,5 sampai 0,7 meter, artinya masih kondusif," kata Fadli, Senin (14/9/2026).

Namun, kondisi tersebut tidak diikuti jarak pandang yang baik. Kabut membuat visibilitas tim terbatas sehingga penyisiran tidak bisa dilakukan secara maksimal.

ADVERTISEMENT

"Namun demikian, kendalanya saat ini adalah visibilitas yang terbatas. Kemungkinan jarak pandang kurang lebih 1 sampai 1,5 mil," ujarnya.

Tim SAR tetap melakukan penyisiran dengan mengoptimalkan peralatan pendukung, termasuk teropong binokular, untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban maupun speedboat.

"Dengan keterbatasan jarak pandang ini tim SAR memang tidak bisa maksimal. Namun demikian, kita tetap maksimalkan dengan peralatan-peralatan pendukung seperti teropong dan peralatan lainnya," jelasnya.

Sektor Z yang menjadi wilayah pencarian KN SAR Basudewa memiliki luas sekitar 512 mil laut persegi. Area tersebut meliputi perairan sekitar Pulau Tabuan hingga Teluk Semangka.

Fadli menjelaskan penentuan sektor pencarian berdasarkan hasil pemetaan SAR Map Prediction. Pemetaan tersebut memperkirakan kemungkinan arah pergerakan dari titik terakhir rombongan diketahui.

"Berdasarkan SAR Map Prediction, arahnya memang mengarah ke wilayah sekitar Teluk Semangka dan beberapa wilayah di Samudra Hindia," katanya.

Sebelumnya, kondisi cuaca juga sempat menjadi kendala dalam operasi pencarian. Angin yang cukup kencang membuat tim kesulitan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah.

"Untuk beberapa hari sebelumnya memang kondisi cuaca kurang bersahabat. Kecepatan angin cukup tinggi sehingga menyulitkan tim SAR dalam melaksanakan penyisiran beberapa area," ungkap Fadli.

Operasi pencarian kini memasuki hari ketujuh. Fadli mengatakan hari ini merupakan batas waktu pencarian sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Meski demikian, operasi tidak otomatis dihentikan apabila tim menemukan petunjuk mengenai keberadaan korban.

"Sesuai dengan SOP, hari ini adalah pencarian terakhir. Namun demikian, apabila terdapat tanda-tanda keberadaan korban, masih bisa diperpanjang," ujarnya.

Keputusan terkait perpanjangan operasi berada di tangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku Search Mission Coordinator (SMC).

"Kita menunggu update dari SMC dari Banten," kata Fadli.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari tiga kru speedboat dan lima jurnalis. Ketiganya yakni Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai guide.

Sedangkan lima jurnalis yang hilang yakni M Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Ari Basuki (52) dari Merdeka, Yudhis (43) dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, serta Donal (51), pekerja lepas.

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.

Kontak terakhir dengan rombongan terjadi sekitar pukul 15.04 WIB. Sebelumnya, salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB.

Hingga hari ketujuh pencarian, keberadaan delapan orang tersebut belum diketahui. Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sektor yang telah ditentukan sambil menunggu keputusan SMC terkait kelanjutan operasi.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads