Kualitas udara di Kota Palembang, berada pada level merah atau kategori sangat tidak sehat pada Minggu (13/9/2026) tengah malam hingga pagi ini. Kondisi itu belum menunjukkan perbaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan kondisi itu terpantau dari data stasiun pemantauan kualitas udara PM2.5 Musi 2 Palembang milik BMKG.
Kondisi kualitas udara masih perlu menjadi perhatian, karena konsentrasi partikulat halus berada pada level sangat tidak sehat sejak tengah malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, sejak tengah malam hingga pagi ini, kondisi udara masih fluktuatif. Sempat merah kemudian kuning, namun merah lagi pagi ini," ujarnya, Minggu.
Berdasarkan data pemantauan tersebut, angka PM2.5 sempat mencapai 213,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menjadi nilai tertinggi yang tercatat pada periode pemantauan pada pukul 02.00 WIB.
Memasuki pagi hari, konsentrasi PM2.5 mulai mengalami penurunan. Pada pukul 07.00 WIB, angkanya tercatat sebesar 176,2 µg/m³. Kemudian pukul 08.00 WIB tercatat 170,1 µg/m³.
"Meski mengalami penurunan dibandingkan angka tertinggi sebelumnya, kualitas udara Palembang masih berada dalam kategori sangat tidak sehat," katanya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap perlu mewaspadai paparan polusi udara, terutama kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak kualitas udara buruk.
"Masyarakat diimbau memperhatikan informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Dengan angka PM2.5 yang masih berada pada level sangat tidak sehat, sebaiknya menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan," ungkapnya.
