Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi kawasan Bukit Sulap, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada tanggal 8 hingga 10 September 2026 diduga sengaja dibakar. Dugaan itu menyusul setelah petugas menemukan sejumlah tanda-tanda bekas pembakaran.
Kepala Resort TNKS Kelingi Lakitan Yudi Lesmana mengatakan saat melakukan proses pemadaman, pihaknya menemukan sejumlah tanda yang mengarah pada dugaan adanya pembakaran.
"Nampaknya dari tanda-tanda yang kami temukan di lapangan, itu ada bekas titik-titik mulai api, ada bekas seperti dibakar orang," katanya, Sabtu (12/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bekas titik api, Yudi mengatakan petugas juga menemukan kayu melintang di jalan pada jalur sepeda yang diduga baru saja ditebas atau dipotong seseorang.
"Kemudian ada kayu yang melintang di jalan di jalur sepeda itu ada yang motong atau ditebas orang. Kemungkinan kayu itu dipotong belum lama setelah kami naik," jelasnya.
Menurut Yudi, kayu tersebut kemungkinan dipotong oleh seseorang agar bisa melintas. Anggota di lapangan mengetahui kayu itu baru saja dipotong sehingga muncul dugaan orang tersebut sempat berada di lokasi.
"Jadi kemungkinan besar itu (kebakaran) disebabkan oleh oknum, orang yang sengaja bakar. Kalau untuk kejadian kebakaran dengan sendirinya itu kecil kemungkinan," ungkapnya.
Baca juga: Bukit Sulap Lubuklinggau Kembali Terbakar! |
Yudi menyebut saat kebakaran terjadi, titik api belum mencapai puncak Bukit Sulap. Api masih berada di sekitar trek jalur sepeda gunung dan kemudian menjalar ke bagian bawah.
"Titik api belum sampai ke puncak Bukit Sulap, masih di sekitar trek jalur sepeda gunung. Dari situ dia menjalar sampai ke bawah apinya," ungkapnya.
Kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat menyebar. Petugas bahkan sempat melihat tiga titik api yang terlihat jelas di kawasan tersebut.
"Jadi apinya dari atas, kemudian karena angin kencang jadi menyebar hingga ada tiga titik api yang nampak jelas," katanya.
Hingga Sabtu (12/9/2026), Yudi menyebut tidak ada lagi titik api yang terpantau di kawasan Bukit Sulap. Meski demikian, pemantauan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada api yang kembali muncul.
"Sampai hari ini belum ada lagi titik api, tapi masih kita pantau terus," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, karhutla melanda kawasan Bukit Sulap, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sejak 8 September 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.
Kemudian pada malam Rabu (9/9/2026), kobaran api masih terpantau di Bukit Sulap. Api akhirnya padam pada Kamis (10/9/2026) pagi.
