Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Bukit Sulap, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sejak 8 September 2026 akhirnya padam. Meski begitu, petugas masih melakukan pemantauan untuk memastikan titik api tidak muncul kembali.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Penanggulangan Bencana (Damkar) Lubuklinggau Dono Pratondo mengatakan hingga saat ini tidak lagi terdeteksi adanya api di kawasan tersebut.
"Sampai saat ini belum terdeteksi ada titik api di kawasan Bukit Sulap. Kita juga berkoordinasi dengan pihak TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) karena mereka yang terakhir naik ke lokasi," ujarnya, Jumat (11/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Resort TNKS Kelingi Lakitan Yudi Lesmana mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan melalui satelit dan tidak menemukan lagi titik panas di kawasan Bukit Sulap.
"Ya, sekarang sudah padam. Kami pantau lewat satelit juga tidak ada lagi titik apinya," ujarnya.
Yudi menjelaskan kebakaran di lokasi itu terjadi sejak Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas kemudian naik ke lokasi sekitar pukul 17.00 WIB untuk melakukan penanganan hingga Rabu (9/9/2026) dini hari pukul 04.00 WIB.
Penanganan melibatkan berbagai pihak, mulai dari damkar, mahasiswa pencinta alam (mapala), dan Kodim 0406.
"Kemudian dibantu juga oleh anggota dari brimob, satpol PP, hingga Polres Lubuklinggau yang langsung naik ke atas bukit sulap pada hari kedua," terangnya.
Yudi mengatakan titik api belum mencapai puncak Bukit Sulap. Api berada di sekitar jalur atau trek sepeda gunung dan kemudian menjalar ke bagian bawah.
"Titik api belum sampai ke puncak Bukit Sulap, masih di sekitar trek jalur sepeda gunung. Dari situ dia menjalar sampai ke bawah apinya," jelasnya.
Kemudian pada malam Rabu (9/9/2026), kobaran api masih terpantau di Bukit Sulap sehingga petugas kembali naik ke lokasi hingga Kamis (10/9/2026) untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan.
"Kalau sampai tanggal 9 malam itu masih hidup, tanggal 10 itu kami naik lagi untuk pemadaman dan pendinginan, kami semprot," jelasnya.
Ia mengatakan setelah dilakukan pendinginan, pihaknya kemudian melakukan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan lagi api di Bukit Sulap. Masyarakat yang tinggal di sekitar Bukit Sulap juga melaporkan kondisi serupa.
"Untuk malam tadi kami pantau sampai jam 23.00 WIB tidak ditemukan api. Laporan dari masyarakat yang tinggal di sekitar Bukit Sulap juga mengatakan tidak ditemukan api lagi," ungkapnya.
Menurutnya, angin kencang membuat api cepat menyebar di kawasan Bukit Sulap. Diketahui ada tiga titik api saat kejadian tersebut.
"Saat kejadian, terdapat sekitar tiga titik api yang terlihat jelas di kawasan Bukit Sulap," tambahnya.
Meski demikian, dia belum bisa menyatakan kebakaran tersebut telah padam total. Pemantauan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.
"Kita belum bisa mengatakan padam total. Tadi malam hingga hari ini kami pantau tidak ada api. Takutnya kita nyatakan padam total, ada kejadian lagi nanti," tukasnya.
Baca juga: Bukit Sulap Lubuklinggau Kembali Terbakar! |
