Warga Enggano Alami Iritasi Kulit Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Bengkulu

Warga Enggano Alami Iritasi Kulit Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Hery Supandi - detikSumbagsel
Jumat, 11 Sep 2026 12:30 WIB
Plt Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Khristian Hermansyah.
Plt Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Khristian Hermansyah. (Foto: Istimewa)
Bengkulu -

Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu. Di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, warga dilaporkan mengalami iritasi kulit diduga setelah terpapar abu vulkanik yang terbawa angin.

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau terbawa angin ke arah barat daya. Kolom abu dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 50 ribu feet.

Berdasarkan informasi BMKG, sebaran abu vulkanik mulai terdeteksi di sejumlah wilayah Bengkulu, di antaranya Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, dan Pulau Enggano.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Plt Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Khristian Hermansyah mengatakan dampak abu vulkanik mulai dirasakan masyarakat, terutama warga di Pulau Enggano.

"Hari ini kami menerima informasi dari tim di lapangan bahwa dampak abu vulkanik sudah mulai dirasakan masyarakat. Bahkan ada warga di Pulau Enggano yang mengalami iritasi pada kulit setelah terkena abu vulkanik," kata Khristian, Jumat (11/9/2026).

ADVERTISEMENT

Khristian mengatakan BPBD terus berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk memantau kondisi masyarakat di wilayah yang terdampak. Pemerintah juga mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Untuk masyarakat yang berada di wilayah terdampak, kami imbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker dan tetap menjaga kesehatan," ujar Khristian.

Warga juga diminta tidak sembarangan membersihkan abu vulkanik yang menempel di rumah maupun lingkungan sekitar. Abu sebaiknya tidak langsung disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan terhirup.

"Kalau membersihkan abu, sebaiknya dibasahi terlebih dahulu dengan air. Jangan langsung disapu dalam kondisi kering agar abu tidak kembali beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan," katanya.

Saat ini, Pemprov Bengkulu masih melakukan penyisiran ke sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mengetahui kebutuhan bantuan di lapangan.

Jika ditemukan warga yang membutuhkan penanganan, pemerintah akan menyalurkan bantuan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan informasi terbaru BMKG, Kota Bengkulu masih belum terdampak sebaran abu vulkanik. Meski demikian, masyarakat di seluruh wilayah Bengkulu diminta tetap waspada terhadap perubahan arah angin dan perkembangan sebaran abu.

Pemerintah juga meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan atau menemukan kondisi yang membutuhkan penanganan.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads