Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di wilayahnya dilakukan hingga indeks standar pencemar udara (ISPU) stabil. Kebijakan tersebut mulai berlaku Rabu (9/9/2026).
Ratu Dewa mengatakan kebijakan PJJ bukan ditetapkan untuk jangka waktu tertentu. KBM tatap muka akan kembali dilakukan setelah kondisi kualitas udara membaik dan situasi kesehatan anak-anak dinilai lebih aman.
"Kita tidak bisa menentukan ini sampai kapan. Yang jelas, selama kondisi udara masih belum stabil, kita akan lakukan pembelajaran jarak jauh. Kita melihat indikator ISPU dan juga perkembangan kasus ISPA," katanya kepada detikSumbagsel, Rabu (9/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Dewa, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan kualitas udara. Jika kondisi ISPU sudah membaik dan kasus ISPA mulai stabil, pemerintah akan mempertimbangkan kembali pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
"Jadi bukan berarti PJJ ini akan terus dilakukan tanpa evaluasi. Kita akan melihat perkembangan setiap hari. Kalau ISPU sudah stabil, kualitas udara membaik dan kondisi ISPA juga terkendali, tentu pembelajaran tatap muka akan kita evaluasi untuk dibuka kembali," ungkapnya.
Dewa mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai langkah perlindungan terhadap anak-anak yang dinilai lebih rentan terdampak buruk paparan asap.
"Kesehatan anak-anak kita adalah hal yang tidak bisa ditawar. Jangan sampai anak-anak kita dipaksakan belajar tatap muka ketika kualitas udara sedang tidak baik," tegasnya.
"Kita minta para guru juga bijak. Jangan karena anak belajar dari rumah kemudian tugasnya justru terlalu banyak. Pembelajaran harus tetap berjalan, tetapi jangan sampai menambah beban anak dan orang tua," sambungnya.
Selain kegiatan pembelajaran, Pemkot Palembang memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap diupayakan berjalan. Mekanisme distribusi akan disesuaikan dengan kondisi sehingga kebutuhan nutrisi siswa tetap terpenuhi tanpa meningkatkan risiko paparan asap.
Dewa juga meminta orang tua berperan aktif mendampingi anak selama pelaksanaan PJJ. Anak-anak diimbau tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.
"Orang tua kami minta ikut mengawasi. Kalau tidak ada keperluan penting, anak-anak sebaiknya tetap di rumah. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kesehatan anak," ujarnya.
Dewa meminta setiap kepala sekolah diwajibkan melaporkan pelaksanaan PJJ secara berjenjang kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang melalui bidang terkait.
Ratu Dewa kembali menegaskan pihaknya tidak ingin mengambil risiko dengan membuka kembali sekolah sebelum indikator kualitas udara dan kondisi kesehatan siswa menunjukkan perkembangan yang aman.
"Prinsip kita sederhana, keselamatan anak-anak nomor satu. Kita akan terus pantau ISPU dan ISPA. Kalau keduanya sudah menunjukkan kondisi yang stabil dan aman, baru kita evaluasi untuk kembali ke pembelajaran tatap muka," pungkasnya.
