Lampung

PTM Sekolah di Lampung Kembali Digelar Besok, Diawali Salat Istisqa

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 10 Sep 2026 22:20 WIB
Pembersihan gedung sekolah imbas debu vulkanik GAK (Foto: Tommy Saputra)
Lampung -

Pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Lampung kembali digelar mulai besok. Sekolah diminta mengawali kegiatan belajar dengan salat istisqa setelah sebelumnya pembelajaran dilakukan dari rumah imbas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico mengatakan kebijakan tersebut dilakukan menyusul berakhirnya pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sebelumnya diterapkan sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik erupsi GAK.

"Mulai besok, secara resmi proses pembelajarannya beralih lagi dari PJJ menjadi tatap muka di sekolah masing-masing di satuan pendidikan yang ada di Provinsi Lampung," kata Thomas, Kamis (10/9/2026).

Thomas mengatakan PTM akan diawali dengan salat istisqa secara berjemaah di lingkungan sekolah. Kegiatan itu menjadi bagian dari doa bersama untuk memohon hujan sekaligus berharap kondisi akibat erupsi dan kemarau segera berakhir.

Salat istisqa dijadwalkan berlangsung pukul 07.30 WIB di masjid atau lapangan masing-masing sekolah. Guru, tenaga kependidikan, dan siswa diminta mengikuti kegiatan tersebut dengan tetap menggunakan masker.

"Proses pembelajaran tatap muka diawali dengan doa bersama, salat istisqa bersama berjemaah di satuan pendidikan masing-masing untuk berdoa mudah-mudahan kejadian hari ini terkait dengan erupsi, kemudian kemarau, mudah-mudahan segera diberikan hujan oleh Allah SWT dan musibah atau ujian ini bisa berlalu," ujarnya.

Sebelum PTM dimulai, Thomas juga meminta seluruh sekolah memastikan ruang kelas dan lingkungan sekolah sudah bersih dari abu vulkanik.

Pembersihan dilakukan oleh petugas kebersihan sekolah. Jika terdapat sekolah yang terdampak abu cukup berat, pihak sekolah diminta berkoordinasi dengan BPBD untuk membantu proses pembersihan maupun penyiraman.

"Kami sudah meminta Kepala Dinas Kabupaten/Kota juga memantau satuan pendidikan yang terdampak dan banyak debu untuk dibersihkan oleh petugas kebersihan. Kalau dampaknya agak berat, bekerja sama dengan petugas BPBD untuk dilakukan penyiraman atau pembersihan," jelas Thomas.

Menurutnya, pengecekan kebersihan harus kembali dilakukan sebelum siswa masuk kelas. Hal itu untuk memastikan abu vulkanik tidak tersisa di ruang belajar maupun lingkungan sekolah.

"Besok sebelum dimulai KBM tatap muka, kami perintahkan untuk memastikan kembali dengan petugas kebersihan yang ada di lingkungan sekolah sudah benar-benar bersih atau steril. Sehingga nanti proses pembelajaran bisa nyaman dilakukan oleh siswa," katanya.

Thomas juga mengimbau sekolah membatasi aktivitas guru dan siswa di luar ruangan selama proses PTM. Penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan tetap diminta untuk menjaga kesehatan warga sekolah.

"Kami imbauan baik itu guru dan siswa menghindari atau mengurangi kegiatan di luar kelas. Kemudian juga menjaga atau mematuhi protokol kesehatan demi meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan kita," tuturnya.

Dinas Pendidikan Provinsi Lampung juga meminta sekolah terus memantau kondisi lingkungan dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota apabila ditemukan dampak abu vulkanik yang cukup berat.

Dengan kebijakan tersebut, aktivitas belajar mengajar SMA, SMK, dan SLB di Lampung kembali berlangsung secara tatap muka mulai Jumat (11/9).



Simak Video "Video: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Jangkau Lampung hingga Jawa Barat"

(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork