Erupsi Anak Krakatau Belum Normal, Dikbud Lampung Siapkan Opsi Lanjut PJJ

Lampung

Erupsi Anak Krakatau Belum Normal, Dikbud Lampung Siapkan Opsi Lanjut PJJ

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Senin, 07 Sep 2026 17:40 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Lampung, Thomas Amirico
Foto: Kepala Dinas Pendidikan Lampung, Thomas Amirico (Tommy Saputra)
Jakarta -

Dinas Pendidikan Provinsi Lampung masih memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau untuk menentukan kelanjutan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan kondisi erupsi dalam 24 jam ke depan.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung, Thomas Amirico mengatakan saat ini kegiatan belajar mengajar dialihkan sementara ke sistem daring. Kebijakan itu diterapkan untuk mengurangi aktivitas siswa di luar rumah di tengah sebaran abu vulkanik.

"Ya sementara ini dialihkan pembelajaran jarak jauh, daring atau online. Jadi nanti mereka belajar melalui digital, platform digital yang tersedia," kata Thomas, Senin (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Thomas menyebut guru dan kepala sekolah telah menyiapkan materi pembelajaran serta sarana pendukung seperti Zoom agar proses belajar tetap berjalan selama pembelajaran tatap muka dihentikan sementara.

Menurutnya, kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau belum dinyatakan kembali normal oleh otoritas berwenang. Meski aktivitas erupsi disebut mulai melandai, pihaknya tetap menunggu perkembangan terbaru sebelum menentukan kebijakan berikutnya.

ADVERTISEMENT

"Walaupun dia melandai, tapi memang belum ada informasi utuh bahwa ini sudah normal oleh pihak otoritas yang berwenang. Maka sementara ini dua hari kita alihkan belajar daring," ujarnya.

Selama PJJ berlangsung, sekolah juga diminta melakukan pembersihan lingkungan sekolah dan ruang kelas. Hal itu dilakukan sebagai persiapan jika kondisi memungkinkan siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

Thomas mengatakan jika kondisi erupsi membaik dan dinyatakan aman, siswa direncanakan kembali ke sekolah pada Rabu. Namun, keputusan tersebut masih bergantung pada perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Kalau memang betul normal, pada saat mereka masuk di hari Rabu, betul-betul situasi sekolah steril dan bersih," katanya.

Sebaliknya, apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat, Dinas Pendidikan Lampung telah menyiapkan opsi lanjutan untuk siswa maupun guru.

"Kalau nanti misalnya berdasarkan dinamika tiba-tiba ternyata levelnya naik, tentu kami punya opsi lanjutan yang sudah kami siapkan. Baik itu untuk siswa maupun gurunya. Kita harus menjaga keselamatan, bukan hanya siswa, juga guru," jelas Thomas.

Thomas mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD Provinsi Lampung untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan erupsi.

"Kita 24 jam ke depan melihat trennya naik atau tidak. Maka dari hari ini sampai nanti 24 jam kita terus berkomunikasi dengan BMKG, kemudian BPBD Provinsi Lampung yang hari ini punya posko untuk memantau situasi terkini perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau," tandasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads