Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Salat Istisqa bersama ribuan masyarakat di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (10/9/2026) pagi. Salat tersebut digelar untuk memohon hujan dan keselamatan di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), sekaligus mendoakan lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Salat Istisqa diharapkan tidak hanya dilakukan di lingkungan Pemprov Lampung. Dia mengajak masyarakat, termasuk pengurus musala dan pondok pesantren, ikut melaksanakan salat tersebut.
"Salat Istisqa ini kita ingin menjadi amalan semua masyarakat di Lampung. Kalau kita melakukan secara bersama-sama, insyaallah hati masyarakat Lampung menjadi satu, semangatnya satu, doanya sama," ujar Mirza, Kamis (10/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang berdoa bersama diharapkan semakin besar pula ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan kepada Allah SWT.
"Semakin banyak yang berdoa, insyaallah ada satu doa yang terkabul oleh Allah Ta'ala," katanya.
Mirza juga mengajak sekolah-sekolah menggelar Salat Istisqa. Kegiatan itu rencananya dilakukan setelah pembelajaran tatap muka kembali dimulai pada Jumat (11/9/2026).
"Jumat masuk, langsung Salat Istisqa di sekolah masing-masing," katanya.
Terkait kondisi GAK, Mirza menyebut aktivitas erupsi terakhir yang dilaporkan menunjukkan kondisi yang mulai membaik. Angin juga disebut tidak terlalu kuat dan sebaran abu vulkanik mulai berkurang.
"Erupsi terakhir dilaporkan kemarin, angin juga tidak terlalu kuat lagi dan debu juga sudah tidak terlalu banyak dari erupsi Krakatau," jelasnya.
Dia berharap kondisi udara di Lampung terus membaik sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
"Mudah-mudahan dalam beberapa waktu ini sudah akan semakin baik, insyaallah. Mudah-mudahan seluruh keadaan cuaca dan lingkungan udaranya sudah akan membaik," tutur Mirza.
Pemprov Lampung sebelumnya memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari akibat dampak erupsi GAK. Kebijakan tersebut berlaku hingga Kamis (10/9/2026).
Dengan berakhirnya masa PJJ, Mirza memastikan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka kembali dimulai Jumat (11/9/2026).
"Kalau surat keputusan kami yang terakhir kami keluarkan dua hari yang lalu, perpanjangan PJJ dua hari, berarti sampai besok. Jumat masuk," tukasnya.
Baca juga: GAK Erupsi Lagi Pagi Ini Selama 17 Detik |
