Aktivitas Kegempaan GAK Masih Berlanjut Usai Erupsi

Lampung

Aktivitas Kegempaan GAK Masih Berlanjut Usai Erupsi

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 09 Sep 2026 19:20 WIB
Erupsi Anak Krakatau
Erupsi Anak Krakatau (Foto: Istimewa/Pemprov Lampung)
Lampung Selatan -

Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berlanjut setelah gunung api di perairan Selat Sunda itu kembali mengalami erupsi pada Rabu (9/9/2026). GAK saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB, sejumlah aktivitas kegempaan masih terekam di gunung tersebut.

Dalam periode itu tercatat satu kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 11 mm dan durasi 4 detik. Selain itu, terekam dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 19-43 mm dan durasi 48-49 detik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas tremor menerus atau microtremor juga masih tercatat. Amplitudonya berada pada kisaran 1-5 mm dengan amplitudo dominan 2 mm.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan aktivitas kegempaan masih terpantau hingga sore hari.

ADVERTISEMENT

"Untuk sore ini aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih terekam. Kondisi gunung tertutup kabut sehingga secara visual aktivitas erupsi tidak teramati," kata Suwarno.

Aktivitas kegempaan tersebut terpantau setelah GAK mengalami erupsi pada Rabu dini hari. Erupsi terjadi sekitar pukul 00.47 WIB.

"Pada hari ini sebelumnya juga terjadi erupsi pada pukul 00.47 WIB. Tinggi kolom erupsi saat itu tidak teramati, tetapi erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi 28 detik," ujarnya.

Sementara pada pengamatan sore, kondisi puncak GAK tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. CCTV visual di lapangan juga dalam kondisi tidak aktif.

Suwarno mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Aktivitas masyarakat dilarang dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

"Masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif," jelasnya.

Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berstatus Level III (Siaga). Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi petugas dan tidak memasuki zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads