Damkarmat Bandar Lampung Semprot 46 Titik Bersihkan Debu Vulkanik

Sumatera Selatan

Damkarmat Bandar Lampung Semprot 46 Titik Bersihkan Debu Vulkanik

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Selasa, 08 Sep 2026 21:30 WIB
Petugas Damkar membersihkan sisa debu vulkanik di sekolah.
Petugas damkar membersihkan sisa debu vulkanik di sekolah. (Foto: Tommy Saputra)
Lampung -

Sejumlah sekolah di Kota Bandar Lampung dilakukan pembersihan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). Penyemprotan dilakukan untuk membersihkan sisa debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK), menjelang kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Rabu (9/9/2026).

Total sudah ada 46 titik yang disemprot Damkarmat Bandar Lampung selama dua hari terakhir. Puluhan titik tersebut mencakup sekolah, ruas jalan, kantor pemerintahan, tempat ibadah hingga fasilitas publik.

Kepala Damkarmat Bandar Lampung Anthoni Irawan mengatakan penyemprotan dilakukan untuk mengurangi debu vulkanik yang masih menempel di berbagai permukaan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan lingkungan sekolah dan fasilitas publik bersih sebelum kembali digunakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, upaya penanggulangan dampak debu vulkanik ya, mudah-mudahan bisa meminimalisir debu," kata Anthoni, Selasa (8/9/2026).

Pada Senin, petugas menyemprot 22 titik. Sementara pada Selasa, penyemprotan dilanjutkan di 24 titik yang mayoritas merupakan fasilitas pendidikan. Selain sekolah, petugas juga melakukan penyemprotan di Mahan Agung, Masjid Nuruddin, sejumlah TK hingga kantor dinas pendidikan.

ADVERTISEMENT

Anthoni menjelaskan abu vulkanik yang telah mengendap di permukaan berpotensi kembali beterbangan ketika terkena angin maupun aktivitas kendaraan. Kondisi itu dinilai dapat mengganggu masyarakat, termasuk pelajar dan pengguna jalan.

"Penyemprotan kita lakukan karena abu vulkanik yang menempel di permukaan dapat kembali beterbangan dan mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan," ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Bandar Lampung juga mengerahkan BPBD dan Damkarmat untuk membasahi sejumlah ruas jalan yang terdampak abu vulkanik GAK.

Di tengah penanganan dampak abu vulkanik, masyarakat diminta tetap waspada. Anthoni mengimbau warga yang harus beraktivitas di luar rumah menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu.

"Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan kami imbau menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan pelindung mata bila diperlukan, serta berhati-hati saat berkendara karena debu dapat mengganggu jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.

Selain itu, masyarakat diminta menutup makanan dan minuman yang berada di ruang terbuka agar tidak terpapar debu vulkanik. Anthoni meminta warga mengikuti perkembangan aktivitas GAK melalui informasi resmi pemerintah dan instansi terkait.

"Kami imbau untuk warga mengikuti perkembangan aktivitas GAK melalui informasi resmi pemerintah dan instansi terkait serta tidak panik," pungkasnya.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads