Lonjakan Kasus ISPA di Lampung Selatan, 337 Warga Terdampak Abu Vulkanik

Lampung

Lonjakan Kasus ISPA di Lampung Selatan, 337 Warga Terdampak Abu Vulkanik

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Selasa, 08 Sep 2026 15:00 WIB
Polisi membagikan masker kepada warga di Lampung Selatan
Foto: Polisi membagikan masker kepada warga di Lampung Selatan (Dok. Istimewa)
Lampung Selatan -

Dinas Kesehatan Lampung Selatan mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam dua hari terakhir setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Kasus ISPA yang sebelumnya rata-rata 25 kasus meningkat menjadi 337 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto mengatakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kini mulai berkurang signifikan. Hujan abu disebut sudah tidak terjadi, meski sisa debu yang menempel di pepohonan dan atap bangunan masih dapat terbawa angin.

"Intensitas sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau kini mulai berkurang, bahkan bisa dikatakan sudah tidak ada lagi hujan abu," katanya, Selasa (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, debu yang masih tersisa di sejumlah lokasi merupakan endapan dari erupsi sebelumnya. Debu tersebut dapat kembali beterbangan ketika tertiup angin.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Lampung Selatan telah menyiapkan posko penanganan bencana dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Posko penanganan tingkat kabupaten dipusatkan di BPBD, sedangkan posko utama kesehatan disiapkan di Desa Cantik yang berada di wilayah pesisir.

ADVERTISEMENT

"Posko Utama Kesehatan disiapkan di Desa Cantik, wilayah pesisir yang paling terdampak, guna melayani warga secara cepat," ujarnya.

Devi mengatakan selain ISPA, pihaknya juga mencatat keluhan kesehatan lain akibat paparan debu vulkanik. Tercatat 20 kasus gangguan mata dan 16 kasus iritasi kulit atau gatal-gatal.

Keluhan kesehatan paling banyak ditemukan di Kecamatan Rajabasa yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.

"Seluruh kasus bersifat ringan dan ditangani lewat rawat jalan di puskesmas. Belum ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit. Secara keseluruhan kondisi masih aman dan terkendali," jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik, Dinkes Lampung Selatan bersama pemerintah daerah telah membagikan hampir 127 ribu masker kepada warga terdampak selama dua hari terakhir.

Pemkab masih memiliki sekitar 705 ribu masker sebagai stok untuk kebutuhan berikutnya. Pemerintah daerah juga telah mengajukan tambahan pengadaan masker.

"Kami juga sudah mengajukan permohonan tambahan pengadaan masker kepada Bupati dan instansi terkait untuk menjamin ketersediaan berkelanjutan," ungkap Devi.

Dinkes Lampung Selatan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Warga juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, warga diminta menutup rapat sumur air bersih serta wadah makanan dan minuman untuk mencegah kontaminasi debu vulkanik.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads