Krisis air bersih melanda Desa Sarang Burung, Jambi. Akibat kemarau sejak 3 bulan terakhir, sumber air bersih warga mulai mengering. Masyarakat terpaksa menggunakan air sungai yang keruh untuk mandi, mencuci, hingga buang air.
"Ini laporan yang kita terima. Brimob Polda Jambi langsung mendatangi lokasi untuk menyalurkan bantuan air kepada warga yang terdampak kekeringan," ujar Kapolda Jambi Irjen Krisno Halomoan Siregar kepada detikSumbagsel, Selasa (8/9/2026).
Bantuan air diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Pasokan disalurkan secukupnya karena kondisi serupa juga terjadi di sejumlah desa lain yang ikut terdampak kemarau panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarau panjang ini membuat aktivitas warga ikut terganggu. Bukan hanya kabut asap, kebutuhan air untuk rumah tangga juga menjadi persoalan," katanya.
Dia meminta jajarannya turun mendata warga yang mengalami kesulitan air di wilayah lain.
"Saya tekankan kepada setiap anggota Polri agar terus berperan aktif. Selain memadamkan karhutla, menyelidiki pelaku pembakaran dan membagikan masker, dampak krisis air juga tidak boleh terlupakan," katanya.
Menurutnya, keterbatasan air membuat warga harus mencari sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air untuk mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya semakin sulit diperoleh.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji mengatakan warga Desa Sarang Burung telah lama menghadapi keterbatasan sumber air akibat kemarau. Kondisi itu membuat sebagian warga menggunakan air sungai keruh untuk memenuhi kebutuhan MCK.
"Ketika sumber air utama semakin menipis, air sungai menjadi salah satu sumber yang masih bisa dimanfaatkan warga, meski kondisinya keruh," jelas Erlan.
Untuk membantu warga, personel Brimob membawa air menggunakan kendaraan tangki dan mendistribusikannya langsung ke lokasi terdampak.
"Bantuan air ini dibawa personel Brimob menggunakan kendaraan tangki dan didistribusikan langsung kepada warga," kata Erlan.
Air bersih tersebut kemudian digunakan warga untuk kebutuhan rumah tangga. Bantuan itu setidaknya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air sungai yang keruh selama kemarau masih berlangsung.
