Wanita paruh baya di Kota Prabumulih berinisial E (52) tewas setelah tertemper kereta api pengangkut batu bara. Korban diduga tertabrak kereta saat berjalan di perlintasan kereta api.
Kejadian tersebut terjadi di KM 8 Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban diketahui warga Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih. Peristiwa tersebut melibatkan kereta api batu bara jenis Barapati dengan rute Kertapati-Tanjung Enim.
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut diketahui setelah petugas Polsuska mendapatkan informasi dari masinis Panca dengan kereta api jenis Barapati Rute Kertapati-Tanjung Enim pada Minggu malam.
Kemudian petugas tersebut melakukan penyisiran di sekitar rel kereta api yang dimaksud. Karena korban tidak di temukan petugas polsuska tersebut pulang. Keesokan harinya petugas tersebut mendapat informasi dari seorang warga, bahwa telah ditemukan seorang yang tidak dikenal dalam kondisi meninggal di pinggir rel kereta api.
"Karena mendengar hal tersebut petugas polsuska tersebut menghubungi anggota Polres Prabumulih," kata Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto dari keterangan resmi yang diterima.
Selanjutnya pihak kepolisian mendatangi TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit, serta menghubungi pihak keluarga korban. Saat ini jenazah korban sudah dibawa oleh pihak keluarga guna proses pemakaman.
Polisi menyebut dugaan sementara kecelakaan tersebut diduga disebabkan kelalaian korban yang berjalan di perlintasan kereta api tersebut, dan tidak menyadari kedatangan kereta api Barapati rute Kertapati-Tanjung Enim.
"Korban dibawa ke RSUD Kota Prabumulih. Jenazah korban sudah diserahterimakan dengan keluarga korban," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak berjalan maupun beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat membahayakan keselamatan.
Simak Video "Video Menhub Ungkap Kronologi Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo"
(dai/dai)