Kakek di Kepahiang Tewas dalam Selokan, Ternyata Dibunuh Tetangganya

Bengkulu

Kakek di Kepahiang Tewas dalam Selokan, Ternyata Dibunuh Tetangganya

Hery Supandi - detikSumbagsel
Senin, 07 Sep 2026 17:20 WIB
Ilustrasi
Foto: Ilustrasi jasad korban (Dok.Detikcom)
Kepahiang -

Misteri kematian Agus Salim (70), warga Desa Pagar Gunung, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, akhirnya terungkap. Lansia yang ditemukan tewas di dalam selokan itu diduga dibunuh tetangganya sendiri, WH (30).

Jasad Agus ditemukan warga, Awalnya kematian korban sempat diduga sebagai kecelakaan. Namun polisi menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi, termasuk luka pada bagian kepala dan bercak darah di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi kemudian melakukan penyelidikan mendalam dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti. Hasilnya, penyidik mengarah kepada WH yang diketahui merupakan tetangga korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WH kemudian diamankan kurang dari 1x24 jam setelah kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Bengkulu, Inafis Polda Bengkulu dan Satreskrim Polres Kepahiang.

Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari adanya sejumlah kejanggalan pada kematian korban.

ADVERTISEMENT

"Setelah dilakukan penyelidikan dan ditemukan alat bukti serta keterangan saksi yang mengarah kepada tersangka, perkara ini kemudian kami tingkatkan ke tahap penyidikan," ujar Yuriko, Senin (7/9/2026).

Saat diamankan, WH sempat membantah terlibat dalam kematian Agus. Namun polisi mengantongi bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan terhadap korban.

Setelah menjalani pemeriksaan, WH akhirnya mengakui perbuatannya. Kepada penyidik, WH mengaku melakukan kekerasan terhadap Agus hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Korban disebut sempat dijatuhkan ke dalam selokan. WH kemudian mengaku menghantam kepala korban menggunakan batu berukuran besar.

Jasad Agus selanjutnya ditemukan warga di dalam selokan yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban. Polisi juga mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan tersebut. WH disebut sakit hati terhadap ucapan korban saat keduanya berbincang.

Awalnya, korban dan tersangka membahas cara mengurus paspor untuk keperluan ibadah umrah. Namun percakapan tersebut kemudian menyinggung persoalan pribadi. Korban disebut melontarkan ucapan mengenai kondisi WH yang dinilai belum memiliki rumah meski telah lama menikah. Ucapan itu membuat WH tersinggung hingga emosinya tidak terkendali.

Perselisihan yang bermula dari percakapan tersebut kemudian berujung pada aksi kekerasan yang menyebabkan Agus meninggal dunia. Polisi menyebut, korban dan tersangka diketahui masih memiliki hubungan keluarga. WH kini telah diamankan di Polres Kepahiang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Kepahiang menegaskan pihaknya masih mendalami kasus tersebut, termasuk melengkapi berkas perkara dan mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Pengungkapan kasus ini melibatkan jajaran Polda Bengkulu dan Polres Kepahiang. Polisi memastikan proses penyidikan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads