Zulhas Ajak Gen Z Lampung Manfaatkan Kopi dan Pisang Jadi Usaha Bernilai Tinggi

Lampung

Zulhas Ajak Gen Z Lampung Manfaatkan Kopi dan Pisang Jadi Usaha Bernilai Tinggi

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Sabtu, 05 Sep 2026 12:12 WIB
Menko Pangan, Zulkifli Hasan saat menjadi pembicara di Lampung Financial Festival 2026
Foto: Menko Pangan, Zulkifli Hasan saat menjadi pembicara di Lampung Financial Festival 2026 (Tommy Saputra)
Bandar Lampung -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengajak generasi Z di Lampung tak sekadar menjadi konsumen. Dia mendorong anak muda melihat peluang bisnis dari komoditas pangan unggulan daerah, terutama kopi dan pisang.

Hal itu disampaikan Zulhas saat menjadi inspirator dalam Lampung Financial Festival 2026. Dia mengatakan Lampung memiliki potensi besar di sektor pangan yang masih bisa dikembangkan melalui hilirisasi.

Zulhas mencontohkan komoditas kopi. Menurutnya, Lampung memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi, namun komoditas tersebut jangan hanya dijual dalam bentuk biji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, kopi itu ada hilirisasinya. Diolah jadi macam-macam, itulah tugas anak-anak muda, Gen Z," kata Zulhas dalam acara tersebut.

Dia menilai pengolahan produk dari bahan baku lokal dapat memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar. Zulhas kemudian menyinggung harga secangkir kopi di kedai dibandingkan harga kopi dalam bentuk bahan mentah.

ADVERTISEMENT

"Kalau di Starbucks beli kopi berapa satu gelas?" tanya Zulhas kepada peserta.

"Enam puluh ribu, Pak," jawab moderator.

Zulhas juga mendorong Gen Z Lampung mengembangkan komoditas pisang. Menurut dia, pisang tidak harus dijual dalam bentuk buah segar.

"Pisang itu bisa jadi roti, bisa jadi kue, macam-macam," ujarnya.

Zulhas mengatakan pola serupa juga dapat diterapkan pada berbagai komoditas pangan lainnya. Dia mencontohkan singkong yang banyak ditanam di Brasil dan dapat diolah menjadi beragam produk bernilai ekonomi.

"Jangan hanya ditanam singkong terus jual singkong. Beliau mengolah. Singkong itu bisa jadi tepung, bisa jadi gula, banyak macam," katanya.

Menurut Zulhas, sektor pangan memiliki peluang besar bagi generasi muda yang ingin membangun usaha. Dia meminta anak muda tidak hanya melihat kesuksesan orang lain sebagai sesuatu yang patut dicemburui, tetapi mempelajari proses di baliknya.

"Jangan cuma cemburu. 'Itu kelompok kok kaya-kaya ya? Kok gue miskin?' Tapi pelajari kenapa dia maju," kata Zulhas.

Dia menilai banyak pengusaha besar di Indonesia yang sukses melalui sektor makanan dan minuman. Karena itu, Zulhas mengajak Gen Z lebih jeli melihat peluang usaha dari kebutuhan pangan sehari-hari.

"Pangan ini luar biasa. Gen Z ya. Kalau mau tahu caranya, nanti bisa hubungi saya, saya ajarin," ujarnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads