Perum Bulog bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas harga di tingkat konsumen. Gerakan pangan murah (GPM) di Palembang menjadi salah satu upaya memastikan ketersediaan pangan tetap kuat.
Kegiatan itu menjadi bagian dari sinergi memperluas akses pangan, sekaligus menjaga keseimbangan pasokan dan harga di masyarakat. Dukungan itu ditopang oleh kondisi stok pangan dari Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel yang kuat.
Berdasarkan stok per 1 September 2026, Bulog menguasai stok beras PSO sebanyak 104.750.183 kilogram, jagung pakan ternak pipil PSO dalam negeri sebanyak 5.953.400 kg, beras komersial 18.945 kg, gula 15.538 kg, minyak goreng 711.211 liter, serta terigu sebanyak 1.479 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketersediaan stok tersebut menjadi modal penting bagi Bulog untuk terus menjalankan berbagai instrumen stabilisasi pangan pemerintah di Sumsel dan Babel.
Selain melalui GPM, optimalisasi penyaluran beras SPHP juga dilakukan melalui bantuan pangan sebagai bagian dari menjaga pasokan di masyarakat, meningkatkan keterjangkauan pangan, serta meredam tekanan harga di tingkat konsumen.
Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan karena stok yang dikuasai dalam jumlah yang mencukupi. Khususnya di wilayah Sumsel dan Babel.
"Stok pangan Bulog di Kanwil Sumsel dan Babel tersedia dalam jumlah yang sangat cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir " ujar Marga.
"Dengan kekuatan stok yang kami miliki, Bulog akan terus memperkuat berbagai upaya untuk menjaga harga di tingkat konsumen, termasuk dengan semakin memasifkan penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," sambungnya.
Selain meninjau pelaksanaan GPM, dia juga meninjau Pasar Km 5 dan salah satu ritel modern di Palembang. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan harga beras di tingkat konsumen, sekaligus memastikan berbagai kebijakan stabilisasi pangan pemerintah berjalan efektif hingga ke pasar dan pusat perdagangan masyarakat.
Selain itu, dia juga meninjau penyaluran bantuan pangan di Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang. Di kelurahan tersebut bantuan pangan menyasar 2.068 penerima bantuan pangan (PBP).
Sementara secara keseluruhan di Palembang, program itu menyalurkan 129.334 PBP dan wilayah kerja Kanwil BULOG Sumsel dan Babel mencapai 1.105.953 PBP.
Masing-masing penerima memperoleh total 30 kg beras dengan total beras yang disiapkan sebanyak 33.178.590 Kg. Program ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus turut menjaga keseimbangan permintaan dan harga beras di tingkat konsumen.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi peran Bulog dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada Bulog yang terus hadir dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Ketersediaan stok yang kuat dan berbagai langkah stabilisasi seperti GPM sangat penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus menjaga harga pangan di tingkat konsumen tetap stabil," imbuhnya.
