Musim kemarau panjang yang melanda menjadi salah satu kondisi yang perlu disikapi dengan ikhtiar lahir dan batin. Dalam ajaran Islam, umat muslim dianjurkan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT melalui sholat meminta hujan atau yang dikenal dengan sholat istisqa.
Kata istisqa berasal dari istasqa-yastasqi yang bermakna memohon air. Sholat sunnah ini disyariatkan saat suatu daerah tertimpa bencana kekeringan atau panceklik.
Menurut Jumhur Ulama, hukum menunaikan sholat istisqa adalah sunnah muakkadah. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW dari riwayat Abbad bin Tamim:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nabi SAW keluar ke tanah lapang untuk meminta turunnya air hujan, lalu beliau menghadap kiblat shalat dua rakaat, lalu membalikkan selendangnya, meletakkan yang sebelah kanan menjadi sebelah kiri."
(HR. Bukhari no. 1027 dan Muslim no. 894)
Jika hujan belum kunjung turun, sholat istisqa dapat diulang dua kali atau lebih hingga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya.
Tata Cara Sholat Meminta Hujan (Istisqa)
Sebelum dan saat menunaikan sholat istisqa, terdapat beberapa aturan dan urutan tata cara yang perlu dipahami:
- Pakaian dan Sikap: Menggunakan pakaian yang sederhana (tidak berlebihan) serta menampakkan rasa butuh dan ketundukan kepada Allah SWT.
- Lokasi: Disunnahkan dilakukan di tanah lapang terbuka.
- Tanpa Azan dan Iqamah: Pelaksanaan sholat dilakukan tanpa azan maupun iqamah, cukup dengan seruan "Ash-shalaatu jaami'ah".
- Jumlah Rakaat: Dilakukan sebanyak 2 rakaat sama seperti sholat sunnah pada umumnya.
- Bacaan Sholat: Mengeraskan bacaan (jahar) pada rakaat pertama dan kedua. Tidak ada ketentuan surat khusus yang wajib dibaca.
- Khutbah: Dilaksanakan setelah sholat selesai, disertai anjuran bagi imam untuk membalikkan selendangnya (bahu kanan ke kiri) saat berdoa di akhir khutbah.
Tata Cara Berdoa Minta Hujan
Berdoa meminta hujan dilakukan setelah sholat istisqa. Terdapat anjuran di dalam sunnah Nabi Muhammad SAW saat berdoa, di antaranya:
1. Saat berdoa, seorang imam mengangkat tinggi kedua tangannya dengan menghadapkan kedua punggu telapaknya ke arah langit.
2. Membalikkan selendang sebelah kanan dan diletakkan pada punggung sebelah kiri.
3. Membaca doa yang dianjurkan yakni:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْئًا مُغِيئًا مَرِيئًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٌّ عَاجِلاً غَيْرَ أَجِلٍ
"Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami hujan yang lebat, yang menyenangkan, yang bermanfaat tidak merusak, yang disegerakan tidak ditunda" (HR. Ahmad IV/41, Abu Dawud no.1164, al-Baihaqi III/351, lihat kitab al-Irwa III/142).
اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَ بَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ
"Ya Allah turunkanlah hujan kepada hamba-hambaMu dan kepada binatang ternakMu serta sebarkanlah rahmatMu dan hidupkalah negri-negriMu yang mati (tandus)" (HR. Abu Dawud no.1164 dan al-Hakim I/327).
Kumpulan Doa Meminta Hujan Lengkap
1. Doa Agar Hujan Menambah Berkah
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi'â.
Artinya: Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.
2. Doa yang Berisi Permintaan Hujan yang Menyuburkan, Tidak Membahayakan, dan Bermanfaat
اللهمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ أٰجِلٍ
Allahummasqinaa ghaitsaan mughiitsaam marii-an marii'an naafi'aan ghaira dhaarrin 'aajilaan ghaira aajilin
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda. (HR.Abu Dawud dan Ahmad)
3. Doa Saat Hujan Deras agar Tidak Terjadi Banjir
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allāhumma hawālainā wa lā 'alainā. Allāhumma 'alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.
4. Doa Ketika Awan Mendung
اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ
Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba 'adzâbin
Artinya: Ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab. (HR.Imam Ibnu Majah dan Imam al-Nasai)
5. Doa Rasulullah SAW Saat Meminta Hujan
اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهِيمَتَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ
Allahumma-sqi 'ibādaka wa bahīmataka, wansyur raḥmataka, wa aḥyi baladakal mayyit
Artinya: "Ya Allah, berilah minum kepada hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati." (HR. Abu Dawud)
Doa meminta hujan dalam Islam adalah bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Dengan membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW lengkap dengan latin dan artinya, umat Islam dapat lebih mudah mengamalkannya.
Hujan bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga simbol rahmat dan keberkahan dari Allah. Oleh karena itu, selain berdoa, penting bagi kita untuk memperbaiki diri agar rahmat tersebut kembali turun.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
