Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Lampung diperpanjang hingga 2 September 2026. Operasi penyemaian awan ini disebut turut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kini tidak lagi ditemukan titik kebakaran di Lampung.
Analisis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Wahyu Hidayat mengatakan OMC awalnya dijadwalkan berlangsung pada 26-30 Agustus. Namun, pelaksanaannya diperpanjang setelah dilakukan evaluasi.
"Ya, OMC yang semula dijadwalkan 26-30 Agustus, diperpanjang sampai 2 September," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wahyu, OMC telah dilakukan sebanyak sembilan kali penerbangan atau sortie. Penyemaian awan dilakukan ketika terdapat awan konvektif yang berpotensi berkembang menjadi hujan.
"Kalau dari pengamatan kita, OMC yang dilakukan di Lampung ini telah sesuai target," ujarnya.
Dia menjelaskan, keberhasilan penyemaian sangat bergantung pada kondisi awan. Karena itu, tidak setiap penerbangan dapat dilakukan apabila tidak ditemukan awan yang memenuhi kriteria.
"OMC dilakukan untuk pembuatan hujan buatan. Nah, hujan buatan hanya bisa dilakukan jika ada awan konvektif yang potensial menjadi hujan," jelasnya.
Hujan hasil penyemaian awan tersebut turut membantu membasahi wilayah yang sebelumnya terdampak karhutla, termasuk kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.
Wahyu menyebut kondisi karhutla di Lampung kini telah membaik. Bahkan, tidak ada lagi titik kebakaran yang terdeteksi per hari ini.
"Per hari ini, sudah tidak ada lagi titik kebakaran di Lampung," katanya.
Kondisi tersebut juga membuat helikopter water bombing yang sebelumnya dikerahkan untuk membantu pemadaman karhutla ditarik dan dialihkan ke wilayah lain yang lebih membutuhkan.
"Kemarin helikopter WB (water bombing) juga sudah ditarik ke daerah lain yang lebih membutuhkan," sambungnya.
Selama sembilan kali penerbangan, tim OMC telah menebarkan sekitar 7,2 ton natrium klorida (NaCl) atau garam sebagai bahan penyemaian awan.
Setiap satu kali penerbangan, sekitar 800 kilogram NaCl digunakan untuk proses penyemaian.
"Dengan total sembilan kali penerbangan yang telah dilakukan. Per seeding 800 kilogram NaCl, sehingga kurang lebih sudah 7,2 ton garam yang ditebar," ungkap Wahyu.
OMC masih akan dilanjutkan hingga 2 September untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus mengantisipasi kembali munculnya karhutla di wilayah Lampung.
