Al Haris Beri SP1 ke Bupati yang Lamban Tangani Karhutla

Jambi

Al Haris Beri SP1 ke Bupati yang Lamban Tangani Karhutla

Ferdi Almunandar - detikSumbagsel
Selasa, 01 Sep 2026 22:20 WIB
Gubernur Jambi Al Haris saat ikut bantu padamkan karhutla Jambi
Gubernur Jambi Al Haris saat ikut bantu padamkan karhutla Jambi (Foto: Istimewa)
Jambi -

Gubernur Jambi Al Haris memberi surat peringatan (SP) 1 ke salah satu bupati yang dinilainya lamban dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Namun, Al Haris tidak memberikan bocoran bupati yang sudah diberinya SO.

Diketahui, luas karhutla di Provinsi Jambi hingga 29 Agustus 2026 sudah mencapai 1.776,56 hektare lahan, sementara 5.102 titik panas (hotspot) terdeteksi di berbagai wilayah Jambi.

"Kalau ada di antara bupati kami yang lamban (penanganan karhutla), tidak respons, ya memberikan SP1 kepada mereka. Ada satu (kepala daerah), itu rahasia," kata Al Haris kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penanganan Rakor Karhutla di Jambi pada Senin (31/8) di Rumdis Gubernur Jambi. Data terbaru karhutla dinilai sangat tinggi selama Agustus 2026.

Al Haris menegaskan para bupati dan wali kota tidak boleh ragu ataupun pasif menghadapi karhutla. Sebab, mereka merupakan komandan satuan tugas (Dansatgas) di wilayah masing-masing dan memiliki tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran.

ADVERTISEMENT

"Kita ingin bupati atau wali kota sebagai Dansatgas di daerah masing-masing bekerja, ini atensi Bapak Presiden," tegasnya.

Data yang dipaparkan dalam rakor menunjukkan tekanan karhutla Jambi sepanjang 2026 memang tidak kecil. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 29 Agustus 2026, tercatat 531 kejadian karhutla dengan total luasan mencapai 1.776,56 hektare.

Dari pemantauan satelit Terra-Aqua, SNPP dan NOAA-20 dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen, sebanyak 5.102 hotspot terdeteksi di Provinsi Jambi. Bahkan, Agustus menjadi periode dengan lonjakan hotspot paling tinggi, mencapai 3.156 titik.

Kabupaten Muaro Jambi menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 817 titik. Disusul Sarolangun 703 titik dan Batanghari 693 titik. Tanjung Jabung Barat tercatat 597 hotspot, Tanjung Jabung Timur 558 titik, Tebo 554 titik, Merangin 483 titik, Bungo 327 titik, Kerinci 247 titik dan Kota Jambi 123 titik. Sementara Sungai Penuh tercatat nihil hotspot.

Namun, tingginya jumlah hotspot tidak otomatis membuat wilayah tersebut menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar. Sarolangun justru menjadi wilayah dengan karhutla terluas, mencapai 473,64 hektare. Berikutnya Batanghari 374,50 hektare, Muaro Jambi 325 hektare dan Tanjung Jabung Barat 292,30 hektare.

Luasan karhutla lainnya tercatat di Tanjung Jabung Timur 189,63 hektare, Tebo 96,81 hektare, Bungo 14 hektare dan Merangin 10,3 hektare. Sementara Kerinci, Sungai Penuh dan Kota Jambi tercatat nihil dalam data luasan karhutla tersebut.

Di tengah situasi itu, Al Haris meminta seluruh kepala daerah bergerak bersama. Menurutnya, persoalan karhutla bukan sekadar urusan pemerintahan, melainkan menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat luas.

"Kita lihat ada beberapa bupati yang hadir, yang lain mana, kecuali paripurna DPRD. Bicara kepentingan, ini rapat kemanusiaan, menyangkut manusia lebih tinggi yang lainnya," ujarnya.

Secara nasional, Kementerian Kehutanan pada 31 Agustus juga mencatat hotspot kategori kepercayaan tinggi di Jambi sebanyak satu titik berdasarkan pemantauan hingga 30 Agustus pukul 21.02 WIB. Meski demikian, pemerintah menegaskan penanganan tetap diperkuat karena kebakaran dan dampak asap masih terjadi di sejumlah wilayah.

Al Haris mengingatkan seluruh kepala daerah agar tidak menunggu api membesar baru bertindak. Ia menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan cepat, terpadu dan tidak boleh ada keraguan di lapangan.

"Jambi ini milik kita bersama. Tidak ada milik satu kabupaten saja. Semua harus memadamkan secara bersama-sama dan terpadu," tegasnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads