Potensi Awan Penghujan Masih Ada, OMC di Jambi Diperpanjang

Jambi

Potensi Awan Penghujan Masih Ada, OMC di Jambi Diperpanjang

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Selasa, 01 Sep 2026 14:30 WIB
Pesawat Casa 212 A-2105 digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Markas Operasi Lanud Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (24/8/2026). OMC dilakukan untuk mengantisipasi dampak musim kering dan kekeringan di kawasan IKN.
Foto: Ilustrasi OMC (Dok. Otorita IKN)
Jambi -

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi masih akan berlangsung hingga awal September 2026. BMKG menyebut masih terdapat peluang terbentuknya awan hujan dalam beberapa hari ke depan.

Staf Perwakilan Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Jaka Anugerah Ivan Davinski mengatakan OMC akan terus dimaksimalkan selama potensi awan hujan masih tersedia.

"Ini (OMC) akan berjalan diperkirakan hingga awal September, masih ada potensi awan hujan," kata Jaka kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Jaka, potensi awan yang mengandung hujan di wilayah Jambi diperkirakan masih muncul hingga 2 September 2026. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi tim untuk melakukan penyemaian guna memicu turunnya hujan.

Namun, potensi tersebut diperkirakan mulai menurun setelahnya. Pada 3-6 September, kondisi cuaca diprediksi lebih cerah hingga cerah berawan.

ADVERTISEMENT

"Optimalisasi penyemaian akan terus difokuskan pada hari ini hingga 1 September," ujarnya.

Tim satgas bersama BMKG kemudian terus memantau perkembangan awan di wilayah Jambi. Penyemaian dilakukan ketika awan yang berpotensi menghasilkan hujan terdeteksi.

Jaka menjelaskan penyemaian menggunakan garam atau natrium klorida (NaCl). Bahan tersebut ditaburkan ke dalam awan dengan harapan dapat meningkatkan proses pembentukan dan pertumbuhan butir hujan.

"Kami terus pantau, jika ada potensi awan hujan tim langsung bergerak, kegiatan dimulai dari pagi hingga pukul 21.00 WIB," katanya.

Pada Senin (31/8), tim melakukan dua kali kegiatan penyemaian. Sorti pertama dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB dengan menaburkan satu ton garam di wilayah Tanjung Jabung Timur dan Tebo.

Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, penyemaian kembali dilakukan di wilayah Tanjung Jabung Timur, khususnya di sekitar kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS).

Pelaksanaan OMC dilakukan sebagai salah satu upaya membantu penanganan karhutla di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah Jambi.

Dengan masih adanya potensi awan hujan hingga awal September, BMKG dan satgas akan mengoptimalkan pelaksanaan OMC sebelum peluang pertumbuhan awan hujan diperkirakan menurun.

Program tersebut akan terus disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.

"Selama masih ada potensi awan hujan, kita akan terus optimalkan penyemaian. Tim akan bergerak berdasarkan kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian," tutup Jaka.

Sementara itu, OMC yang dilakukan untuk membantu penanganan karhutla mulai membawa hujan di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur tiga kabupaten di Jambi

Wakil Komandan Satgas Karhutla Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan hujan tersebut terjadi setelah tim satgas bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca.

"OMC yang digelar tim satgas karhutla bersama BNPB menyebabkan wilayah di Jambi diguyur hujan," kata Bachyuni.

Tiga wilayah yang dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yakni Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Barat.

"Hujan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu membasahi wilayah yang rawan terbakar dan mendukung proses penanganan karhutla yang masih berlangsung di Jambi," ujar Bachyuni.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads