Titik Panas di Sumsel Catat Rekor Tertinggi Sejak 2015

Sumatera Selatan

Titik Panas di Sumsel Catat Rekor Tertinggi Sejak 2015

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Selasa, 01 Sep 2026 20:41 WIB
Upaya pemadaman karhutla di Sumsel
Foto: Upaya pemadaman karhutla di Sumsel (Dok. Humas Pemprov Sumsel)
Palembang -

Jumlah hotspot atau titik panas yang terpantau di Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sejak 2015. Tercatat sebanyak 12.748 titik panas muncul di sejumlah wilayah Sumsel.

Kabid Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan jumlah hotspot pada Agustus 2026 menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu lebih dari satu dekade.

"Untuk bulan Agustus 2026 ini jumlah hotspot di Sumsel mencapai 12.748 titik. Ini merupakan jumlah hotspot bulanan tertinggi sejak tahun 2015," ujar Sudirman, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari data rekapitulasi yang ada di BPBD Sumsel, hotspot bulanan tertinggi pernah tercatat sebanyak 11.584 titik pada September 2015. Pada saat itu, akumulasi hotspot yang terdeteksi sepanjang Januari-Desember sebanyak 27.043 titik dan menjadi yang tertinggi hingga kini.

Sudirman menyebut, tingginya jumlah titik panas itu seiring dengan menguatnya fenomena El Nino pada puncak musim kemarau yang terjadi pada Agustus-September 2026. Kondisi ini juga menjadi perhatian, terutama di wilayah yang rawan terjadi karhutla.

ADVERTISEMENT

Wilayah paling banyak terdeteksi hotspot pada Agustus lalu terpantau di Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 4.751 titik. Kemudian di Musi Banyuasin 1.813 titik, Muara Enim 1.536 titik, dan Banyuasin 1.432 titik.

Sudirman menjelaskan, keberadaan hotspot merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk memantau potensi terjadinya karhutla. Namun, tidak seluruh titik panas merupakan karhutla.

"Hotspot ini menjadi salah satu indikator untuk kita melakukan pemantauan dan ground check. Jadi tidak semuanya merupakan karhutla, tetapi ketika jumlahnya tinggi tentu menjadi perhatian," ujarnya.

Meski begitu, tren hotspot dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan yang signifkan. Sempat terdata ribuan titik, kini hotspot yang terdeteksi di Sumsel hanya ratusan saja.

Peningkatan hotspot pada Agustus juga seiring dengan semakin tingginya jumlah kejadian karhutla di Sumsel. Hingga 30 Agustus 2026, angka kejadian karhutla di Sumsel mencapai 2.095. Tertinggi berada di wilayah OKI dengan 363 kejadian.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads