Fenomena alam berupa air laut yang menyembur dari dalam tanah terjadi di kawasan Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara. Fenomena tersebut berkaitan dengan adanya lubang atau sinkhole yang menghubungkan air laut dengan daratan.
Lubang yang berada di kawasan Seblat pada titik 10+250 tersebut sebelumnya menjadi perhatian karena air laut dapat masuk dan menyembur melalui lubang di daratan, terutama ketika kondisi laut pasang dan gelombang besar.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah 1 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu, Tendi Hardianto mengatakan, fenomena tersebut telah diidentifikasi melalui survei lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil survei lapangan, memang terdapat fenomena alam berupa goa kecil yang menghubungkan air laut ke daratan. Kondisi ini menyebabkan pengikisan pada struktur di atasnya ketika air laut pasang dan gelombang besar menghantam kawasan tersebut," kata Tendi, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, penanganan sementara telah dilakukan untuk mengantisipasi agar lubang tidak semakin membesar. Sinkhole pada titik Seblat 10+250 tersebut kini telah ditimbun dan dilengkapi dengan rambu sebagai langkah pengamanan awal bagi pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar lokasi.
"Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, koordinasi bersama tim terus dilakukan guna mencegah lubang tersebut semakin membesar," ujar Tendi.
Tendi mengatakan, penanganan awal dilakukan dengan menimbun atau menutup lubang menggunakan material batu koral. Material tersebut diharapkan dapat membantu meredam energi air laut yang masuk ke daratan.
"Penanganan awal direncanakan dengan menimbun atau menutup lubang menggunakan material batu koral untuk meredam energi air laut yang masuk ke daratan," jelas Tendi.
Meski demikian, tumpukan batu koral tersebut akan terus dievaluasi. Hal itu untuk memastikan material penutup tetap bertahan dan tidak kembali tergerus akibat hantaman gelombang laut.
"Evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk memantau ketahanan tumpukan batu koral tersebut dari potensi tergerus ombak," sambung Tendi.
Disiapkan Proteksi Penahan Ombak
Untuk penanganan jangka panjang, BPJN Bengkulu akan melakukan koordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS). Salah satu solusi yang disiapkan yakni pembangunan proteksi atau bangunan penahan ombak.
"Untuk solusi jangka panjang, koordinasi lanjutan akan dilakukan dengan pihak Balai Wilayah Sungai guna merealisasikan pembangunan proteksi penahan ombak," kata Tendi.
Proteksi tersebut diharapkan dapat mengurangi energi gelombang laut sebelum mencapai kawasan lubang. Dengan begitu, air laut tidak lagi masuk ke dalam sinkhole dan risiko pengikisan struktur tanah di sekitar lokasi dapat diminimalkan.
"Langkah ini bertujuan agar gelombang laut tidak lagi masuk ke dalam lubang dan mengamankan kawasan sekitar secara berkelanjutan," tutup Tendi.
(dai/dai)
