TNKS Ditutup Sementara Antisipasi Karhutla, Termasuk Gunung Kerinci

Sumatera Selatan

TNKS Ditutup Sementara Antisipasi Karhutla, Termasuk Gunung Kerinci

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Selasa, 01 Sep 2026 16:30 WIB
Taman Nasional Kerinci Seblat
Taman Nasional Kerinci Seblat (Foto: Istimewa/Instagram @bttn_kerinciseblat)
Jambi -

Balai Besar Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) menutup sementara aktivitas pengunjung, sebagai antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini berdampak penutupan jalur pendakian gunung yang di bawah pengelolaan TNKS.

Kepala Bidang Pengelolaan TN Wilayah I Jambi BBTNKS, M. Zainuddin mengatakan bahwa pagi ini pihaknya telah mendapat arahan untuk melakukan penutupan kawasan dari aktivitas pengunjung. Maka dari itu, sejak hari ini Selasa (1/9/2026), dilakukan penutupan sementara aktivitas kawasan TNKS.

"Kami barusan habis rapat dan mendapat arahan pimpinan, bahwa untuk pendakian di kawasan TNKS terhitung tanggal 1 September 2026 akan dilakukan penutupan. Baik untuk booking online maupun manual," kata Zainuddin kepada detikSumbagsel, Selasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zainuddin menyebut sejumlah jalur pendakian yang ditutup itu ialah, Gunung Kerinci dan Gunung 7 di Kabupaten Kerinci, dan Gunung Masurai di Kabupaten Merangin.

"Penutupan sementara ya," jelas Zainuddin.

ADVERTISEMENT

Penutupan TNKS ini sesuai arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai Rapat Koordinasi Karhutla di Palembang, Senin (31/8/2026). Kebijakan itu diambil untuk menekan risiko karhutla di musim kemarau. Ada 9 taman nasional yang ditutup sementara termasuk TNKS.

Ke-9 taman nasional yang akan ditutup adalah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Gunung Ciremai, dan Taman Nasional Tambora.

Kemudian Taman Nasional Manusela, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Leuser, dan Taman Nasional Lorentz.

Menurut Raja Juli, lokasi taman nasional yang ditutup itu memiliki kerentanan kebakaran yang cukup tinggi. Pihaknya tidak ingin, sumber daya helikopter water bombing yang dimiliki untuk pemadaman karhutla di enam provinsi terbagi untuk penanganan di kawasan taman nasional.

"Beberapa helikopter waterbombing yang mestinya bisa dimaksimalkan di 6 provinsi prioritas, karena ada kebakaran di beberapa taman nasional, helikopter juga di-deploy ke taman nasional tersebut," katanya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads