Sederet Program Pendidikan Gubernur Lampung Raih Penghargaan detikSumatera Awards

detikSumatera Award 2026

Sederet Program Pendidikan Gubernur Lampung Raih Penghargaan detikSumatera Awards

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Sabtu, 29 Agu 2026 19:30 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Foto: detikcom)
Jakarta -

Sejumlah program pendidikan Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mendapat apresiasi. Berbagai terobosan tersebut mengantarkan Pemprov Lampung meraih penghargaan dalam ajang detikSumatera Awards 2026.

Penghargaan diberikan dalam kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. Penghargaan itu diterima langsung Rahmat Mirzani Djausal di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam.

Program yang menjadi bagian dari kebijakan pendidikan Pemprov Lampung mencakup perluasan akses pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran hingga penguatan keterampilan siswa untuk menghadapi dunia kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu kebijakan yang dijalankan yakni memastikan ijazah lulusan SMA dan SMK negeri tidak ditahan karena persoalan tunggakan biaya pendidikan. Kebijakan ini diharapkan memudahkan lulusan menggunakan ijazah untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.

Pemprov Lampung juga memiliki Kelas Cangkok yang menyasar siswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sebanyak 30 siswa mendapat kesempatan mengikuti pembelajaran selama satu tahun di SMAN 2 dan SMAN 9 Bandar Lampung dengan kebutuhan pendidikan ditanggung pemerintah.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Pemprov Lampung menghapus uang komite bagi siswa SMA, SMK, dan SLB negeri. Sebagai gantinya, pemerintah daerah mengalokasikan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) lebih dari Rp 100 miliar melalui APBD 2026.

Pemprov Lampung juga mengembangkan SMA Terbuka untuk menjangkau anak-anak yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal.

Program tersebut menyasar anak usia 15-21 tahun yang putus sekolah. Pemprov Lampung juga bekerja sama dengan Ditjenpas Lampung untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang berada di lembaga pemasyarakatan.

Di bidang pendidikan vokasi, Pemprov Lampung menjalankan Kelas Migran Vokasi (KMV). Program ini memberikan keterampilan sekaligus persiapan bagi siswa yang ingin bekerja secara legal dan profesional di luar negeri.

Jepang dan Korea Selatan menjadi sejumlah negara tujuan yang disasar melalui program tersebut.

Pada 2026, lebih dari 8.000 siswa tercatat berminat mengikuti KMV. Setelah melalui seleksi, sebanyak 193 siswa dinyatakan lolos dan mengikuti pelatihan.

Inovasi pendidikan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi. Pemprov Lampung mengembangkan aplikasi D-SMART untuk memetakan kemampuan akademik siswa melalui asesmen, termasuk literasi dan numerasi.

D-SMART juga dimanfaatkan untuk membantu siswa kelas XII mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Untuk menjangkau siswa di wilayah yang sulit mengakses pendidikan, Pemprov Lampung menjalankan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Pembelajaran dilakukan dengan komposisi 70 persen daring dan 30 persen tatap muka.

Program Lampung Mengajar turut dilanjutkan dengan menempatkan pengajar muda di wilayah 3T. Para pengajar tidak hanya membantu proses belajar mengajar, tetapi juga diharapkan ikut mendorong kemajuan masyarakat di daerah penugasan.

Dari sisi pelayanan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung memperkuat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Sejumlah layanan pendidikan, seperti mutasi siswa, perizinan, validasi data guru hingga pengaduan masyarakat, diarahkan melalui satu pintu.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pendidikan menjadi salah satu kunci untuk mendorong kemajuan masyarakat dan daerah.

"Salah satu syarat peradaban kita akan maju, salah satu syarat negara kita akan maju, salah satu syarat masyarakat kita akan maju, apabila pendidikannya akan jadi lebih baik," kata Mirza usai menerima penghargaan.

Dia mengatakan pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus Pemprov Lampung untuk mengejar ketertinggalan.

"Sumber daya manusia adalah fokus kita, fokus kami Provinsi Lampung dalam mengejar ketertinggalan. Sumber daya manusia adalah fokus kami bagaimana ke depan sumber daya manusia Provinsi Lampung akan menjadi lebih terdidik, lebih baik, guna ikut membangun Provinsi Lampung dan Indonesia," ujarnya.

Penghargaan detikSumatera Awards 2026 menjadi apresiasi terhadap berbagai inovasi tersebut. Program-program itu menjadi bagian dari upaya Pemprov Lampung membangun pendidikan yang lebih mudah diakses sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads