Berbagai inovasi di bidang pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mendapat apresiasi. Program-program tersebut mengantarkan Lampung meraih penghargaan dalam ajang detikSumatera Awards 2026.
Penghargaan diberikan dalam kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam acara yang digelar di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam.
Penghargaan itu diberikan atas berbagai terobosan Pemprov Lampung dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, hingga menyiapkan sumber daya manusia agar memiliki daya saing di dunia kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah program pendidikan menjadi bagian dari kebijakan tersebut. Salah satunya kebijakan terkait penyerahan ijazah bagi lulusan SMA dan SMK negeri.
Melalui kebijakan ini, sekolah dilarang menahan ijazah siswa karena persoalan tunggakan biaya pendidikan. Langkah tersebut dilakukan agar lulusan tetap dapat menggunakan ijazahnya untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.
Pemprov Lampung juga menjalankan Kelas Cangkok untuk memberikan kesempatan kepada siswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Sebanyak 30 siswa mendapat kesempatan mengikuti pembelajaran selama satu tahun di SMAN 2 dan SMAN 9 Bandar Lampung. Selama mengikuti program, kebutuhan pendidikan siswa ditanggung pemerintah.
Kebijakan lain yang menjadi perhatian yakni penghapusan uang komite bagi siswa SMA, SMK, dan SLB negeri. Sebagai gantinya, Pemprov Lampung mengalokasikan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) lebih dari Rp 100 miliar melalui APBD 2026.
Program pendidikan juga diarahkan untuk menjangkau anak-anak yang putus sekolah. Disdikbud Lampung menjalankan SMA Terbuka bagi anak usia 15-21 tahun yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal.
Pemprov Lampung turut bekerja sama dengan Ditjenpas Lampung untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang berada di lembaga pemasyarakatan.
Di sektor pendidikan vokasi, Pemprov Lampung menjalankan Kelas Migran Vokasi (KMV). Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan dan persiapan agar dapat bekerja secara legal serta profesional di luar negeri.
Jepang dan Korea Selatan menjadi salah satu negara tujuan yang disasar melalui program tersebut.
Pada 2026, tercatat lebih dari 8.000 siswa berminat mengikuti Kelas Migran Vokasi. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 193 siswa dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan.
Selain keterampilan kerja, Pemprov Lampung juga mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan melalui aplikasi D-SMART.
Aplikasi tersebut digunakan untuk memetakan kemampuan akademik siswa, termasuk melalui asesmen literasi dan numerasi. D-SMART juga dimanfaatkan untuk membantu siswa kelas XII mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Untuk memperluas akses pendidikan ke wilayah yang sulit dijangkau, Pemprov Lampung menjalankan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Sistem pembelajaran dilakukan dengan komposisi 70 persen daring dan 30 persen tatap muka.
Program Lampung Mengajar juga terus dilanjutkan dengan menempatkan pengajar muda di wilayah 3T. Selain membantu kegiatan belajar mengajar, para pengajar tersebut diharapkan ikut mendorong kemajuan masyarakat di daerah penugasan.
Sementara itu, dari sisi pelayanan, Disdikbud Lampung memperkuat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Berbagai layanan pendidikan, mulai mutasi siswa, perizinan, validasi data guru hingga pengaduan masyarakat, diarahkan melalui satu pintu.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Lampung memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi hambatan masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan.
Penghargaan detikSumatera Awards 2026 menjadi apresiasi atas berbagai inovasi tersebut sekaligus menandai upaya Pemprov Lampung dalam membangun pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
