Palembang Raih detikSumatera Awards: Pengembangan Layanan Kesehatan

detikSumatera Awards 2026

Palembang Raih detikSumatera Awards: Pengembangan Layanan Kesehatan

Irawan - detikSumbagsel
Jumat, 28 Agu 2026 20:49 WIB
Pemkot Palembang meraih detikSumatera Awards 2026.
Pemkot Palembang meraih detikSumatera Awards 2026. (Foto: detik.com)
Jakarta -

Pemerintah Kota Palembang berhasil meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026 kategori Pengembangan Layanan Kesehatan Berdampak. Pemkot Palembang meraih penghargaan ini karena Wali Kota Palembang berhasil memberikan perubahan layanan kesehatan gratis dengan program inovatif yang diberikan.

Penghargaan itu diterima Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang KM Isnaini Madani di acara detikSumatera Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Wakil Pemimpin Redaksi detik.com Fajar Pratama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, detikSumatera Awards 2026 turut digagas detikSumut dan detikSumbagsel sebagai regional detikcom untuk wilayah Pulau Sumatera. Acara ini disiarkan langsung melalui platform resmi detikcom.

detikSumatera Awards 2026 hadir sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para tokoh, institusi, serta komunitas atas inovasi dan kontribusinya dalam memajukan Sumatera. Selain itu menginspirasi lahirnya berbagai terobosan untuk kemajuan daerah dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Seleksi penerima penghargaan dilakukan melalui tahapan khusus oleh dewan redaksi detikcom, dengan memperhatikan kriteria inovasi, kreativitas, inspiratif, dampak bagi masyarakat, dan keaktifan di bidang masing-masing

Terdapat sejumlah anugerah yang dihadirkan dalam detikSumatera Awards 2026, antara lain Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Program Ekonomi Terpuji, Anugerah Program Bisnis Terpuji, serta Anugerah Figur Akselerator Kemajuan.

Untuk diketahui Program Palembang Sehat yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) menuai manfaat bagi warga. Berbagai layanan kesehatan dari Wali Kota Palembang memudahkan masyarakat mendapatkan pengobatan tanpa perlu terbebani biaya.

Program tersebut mencakup berobat dan layanan kesehatan gratis, ambulans antar jemput pasien, hingga penguatan pelayanan puskesmas. Saat ini, masyarakat Palembang bisa menikmati rawat inap di puskesmas selama 24 jam apabila membutuhkan penanganan medis tingkat dasar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Fenty Aprina mengatakan saat ini ada lima puskesmas yang resmi memiliki layanan rawat inap yakni Puskesmas Basuki Rahmat, Alang-Alang Lebar, Sei Selincah, Sematang Borang, dan Sukarami.

"Tidak hanya ingin mempertahankan layanan kesehatan gratis, kami juga akan meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat dasar,"katanya.

Fenty menambahkan nantinya setiap puskesmas ditargetkan mendapatkan dukungan dokter spesialis. Kehadiran dokter spesialis diharap bisa memperkuat puskesmas dalam menangani berbagai persoalan kesehatan sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.

Menurutnya, penguatan pelayanan kesehatan tingkat dasar menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.

"Adanya dokter spesialis, masyarakat diharapkan bisa memperoleh pemeriksaan dan konsultasi yang lebih lengkap tanpa harus selalu mendatangi rumah sakit. Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah permukiman," jelasnya.

Masih kata Fenty, Pemkot Palembang telah meraih penghargaan Gold Award dalam kategori Teknologi Informasi Kesehatan pada ajang Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) VIII 2025. Penghargaan ini diraih melalui inovasi digital bertajuk Mortality Data System (MDS).

"Sebelumnya, ada penghargaan lain yang diraih Dinas Kesehatan seperti Stunting Award dan ATM Award dari Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes), yang diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri pada Pentaloka Nasional Adinkes di Kota Solo," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan pelayanan pengobatan yang berjalan tersebut memperkuat program peningkatan kualitas gizi. Upaya itu dilakukan sebagai strategi pemerintah dalam menekan angka stunting.

Pemkot juga menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Palembang dalam upaya tersebut. Salah satu pola yang dikembangkan adalah program ibu atau bapak asuh bagi anak yang berisiko mengalami masalah gizi.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pendampingan terhadap keluarga, khususnya dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan memantau tumbuh kembang secara berkala.

"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Harus ada kolaborasi dengan masyarakat, keluarga, TP PKK dan seluruh pihak yang berkaitan. Pola ibu atau bapak asuh ini menjadi salah satu upaya agar anak-anak yang membutuhkan perhatian bisa mendapatkan pendampingan," jelasnya.

Program peningkatan gizi juga diarahkan agar tidak hanya berfokus pada penanganan anak yang telah mengalami masalah pertumbuhan. Edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan dan pemantauan kesehatan menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting sejak dini.

Pemkot Palembang pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Mulai dari kemudahan akses pengobatan, layanan ambulans, penguatan puskesmas, pelayanan rawat inap hingga peningkatan kualitas gizi masyarakat. Semua layanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih dekat dengan warga.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads