Dua kebakaran lahan terjadi dalam sehari di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (26/8/2026). Total lahan yang terbakar mencapai 1,5 hektare. Kebakaran diduga akibat kelalaian warga saat membakar sampah.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lamsel Rully Fikriansyah mengatakan kebakaran pertama terjadi di lahan depan Gedung Kresna, Desa Tajimalela.
"Kebakaran lahan di depan Gedung Kresna. Bapak Hendy menghubungi posko Kalianda meminta bantuan," kata Rully.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Regu 1 Posko Kalianda langsung menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit kendaraan pemadam kebakaran. Petugas tiba sekitar pukul 11.28 WIB.
"Penanganan selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1 hektare," ujarnya.
Rully menyebut kebakaran tersebut diduga terjadi akibat kelalaian saat warga membakar sampah. Api kemudian menjalar ke lahan sekitar.
Belum lama setelah kebakaran pertama ditangani, kebakaran kembali terjadi di wilayah Kalianda. Kali ini api membakar lahan di Pantai Ketang atau Baturame, tepatnya di depan Tambak Acai, Kelurahan Way Urang.
Laporan kebakaran diterima Posko Kalianda pada pukul 13.11 WIB. Tiga menit kemudian petugas berangkat ke lokasi dan tiba sekitar pukul 13.18 WIB dengan satu unit kendaraan pemadam Kajama.
"Setelah menerima laporan, anggota piket Posko Kalianda langsung menuju lokasi untuk membantu melakukan pemadaman kebakaran," jelas Rully.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.40 WIB. Lahan yang terbakar di lokasi kedua diperkirakan seluas 0,5 hektare.
"Penyebabnya sama, diduga karena kelalaian warga saat membakar sampah. Luas yang terbakar 0,5 hektare, sehingga total ada 1,5 hektare," ungkapnya.
Rully mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan. Terlebih, kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat membuat api dengan cepat merembet dan memicu kebakaran lahan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin kencang," pungkasnya.
