Benda Diduga Peluru Ada di Daging Menu MBG Siswa SD Lampung Utara

Lampung

Benda Diduga Peluru Ada di Daging Menu MBG Siswa SD Lampung Utara

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 26 Agu 2026 16:40 WIB
Benda diduga peluru senapan angin di menu MBG.
Benda diduga peluru di menu MBG. (Foto: Istimewa)
Lampung -

Benda diduga peluru senapan angin ditemukan di dalam potongan daging pada menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara. Temuan itu kini diperiksa oleh pihak terkait.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada rentang 14-16 Agustus 2026. Temuan benda asing itu kemudian viral setelah seorang guru mengunggah video yang memperlihatkan daging beserta benda yang disebut menyerupai peluru senapan angin.

Dalam video, guru itu mengaku benda tersebut ditemukan oleh seorang siswa kelas 5 bernama Ardi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini murid saya kelas 5, Ardi, menemukan satu buah peluru senapan angin di dalam daging," ujar guru tersebut dalam video yang beredar.

Guru tersebut mempertanyakan pengawasan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang menyediakan makanan untuk para siswa. Dia juga meminta pihak pengelola dapur memberikan penjelasan terkait temuan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Ini peluru senapan angin di dalam daging dari dapur MBG Sindangsari. Saya minta pertanggungjawaban yang punya dapur MBG," katanya.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung Fitra Alfarisi membenarkan laporan mengenai temuan benda menyerupai peluru tersebut.

Fitra mengatakan SPPG Sindangsari telah disetop sementara atau di-suspend. Penghentian dilakukan sambil menunggu proses pemeriksaan untuk mengetahui asal-usul benda tersebut.

"Sudah monitor, itu dapurnya sudah di-suspend. Saat ini tim kami masih mencari tahu peluru senapan angin itu berasal dari mana," kata Fitra saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).

Menurut Fitra, laporan mengenai kejadian tersebut telah diterima secara berjenjang. Pihaknya juga telah melakukan pengecekan terkait laporan yang masuk.

"Peristiwa itu terjadi antara tanggal 14-16 Agustus, itu laporannya sudah masuk ke kami. Kami sudah cek, video viralnya juga sudah kami monitor," ujarnya.

Daging yang diduga terdapat benda menyerupai peluru tersebut kini telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara. Pemeriksaan dan uji laboratorium dilakukan untuk memastikan benda yang ditemukan serta menelusuri kemungkinan sumbernya.

Fitra menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan dari mana benda tersebut berasal sebelum hasil pemeriksaan keluar.

"Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebabnya sebelum proses pemeriksaan selesai," katanya.

Fitra mengimbau seluruh SPPG di wilayahnya memperketat pengawasan dalam setiap tahapan penyediaan makanan untuk penerima manfaat MBG.

Dia menekankan makanan yang disajikan harus memenuhi standar kebersihan, kecukupan gizi, serta layak dikonsumsi.

"Kami mengimbau seluruh SPPG di wilayah Lampung dan Bengkulu untuk berkomitmen menyajikan menu yang higienis, memenuhi kecukupan gizi, dan lezat," ujarnya.

Dia juga menyambut kritik maupun laporan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG. Menurutnya, laporan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola penyediaan makanan.

"Kami sangat terbuka terhadap masukan dan kritik. Ini menjadi vitamin buat kami untuk perbaikan," tutur Fitra.

Masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui saluran resmi yang disediakan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk PO Box 4500 dan Siaga 127.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads