Peningkatan kemampuan pekebun menjadi salah satu kunci mendorong produktivitas perkebunan sawit rakyat di Ogan Komering Ulu (OKU). Potensi lahan dan komoditas dinilai tidak cukup tanpa dibarengi kemampuan pekebun dalam melakukan pengelolaan tanaman secara tepat.
Untuk itu, sebanyak 177 pekebun asal OKU, mendapat pembekalan budidaya kelapa sawit. Pelatihan dibuka Wakil Bupati OKU Marjito Bachripada 26-31 Agustus diPalembang. Pelatihan pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit ini digelar 26-31 Agustus 2026. Kegiatan ini kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan, dan IPB Training.
"Pelatihan ini jangan hanya berhenti pada kegiatan belajar di dalam ruangan. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh harus benar-benar diterapkan di kebun," ujar Marjito, Rabu (26/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap penerapan ilmu tersebut dapat meningkatkan produktivitas sawit sekaligus berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
"Kita harapkan dengan berbagai materi mulai dari regulasi dan kebijakan budidaya sawit, persiapan benih dan bahan tanaman, persiapan lahan, hingga teknik penanaman di lahan mineral kemudian ilmu tersebut dapat meningkatkan produktivitas sawit," katanya.
Materi juga mencakup pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, pemupukan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM), serta pengendalian hama dan penyakit.
Marjito meminta para pekebun mengikuti seluruh sesi dengan serius. Dia juga mendorong peserta aktif berdiskusi dengan narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah, dan praktisi perkebunan.
"Harapannya, para peserta nantinya dapat menjadi sumber pengetahuan bagi pekebun lainnya dan membawa perubahan positif bagi perkebunan kelapa sawit di OKU," tukasnya.
