Lampung

Anak Krakatau Erupsi 9 Kali hingga Pagi, Kolom Abu Tertinggi 250 Meter

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 26 Agu 2026 13:30 WIB
Foto: Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi lagi hari ini (Dok. PVMBG)
Lampung Selatan -

Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengalami erupsi pada Rabu (26/8/2026). Hingga pukul 09.31 WIB, tercatat sedikitnya sembilan kali erupsi terjadi sejak dini hari.

Erupsi terbaru terjadi pukul 09.31 WIB. Tinggi kolom abu teramati sekitar 100 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 257 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 39 milimeter dan berlangsung selama 49 detik.

Sebelumnya, erupsi terjadi pukul 08.41 WIB. Saat itu, kolom abu mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau 357 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat. Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 55 mm dengan durasi 24 detik.

Erupsi dengan kolom abu tertinggi pada pagi ini terjadi pukul 07.00 WIB. Tingginya mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 mdpl.

"Visual erupsi pagi ini masih menunjukkan adanya aktivitas letusan. Kolom abu yang teramati bervariasi, dengan arah sebaran mengikuti kondisi angin," kata Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi.

Dia mengatakan aktivitas erupsi GAK masih perlu dipantau karena letusan terjadi berulang sejak dini hari.

"Untuk masyarakat maupun wisatawan agar tetap mematuhi rekomendasi yang berlaku dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau," ujarnya.

Pada pukul 06.34 WIB, GAK juga mengalami erupsi dengan kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak atau 357 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke barat dan barat laut.

Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi 14 detik.

Selanjutnya pada pukul 06.03 WIB, erupsi menghasilkan kolom abu sekitar 150 meter di atas puncak atau 307 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke barat dan barat laut.

Erupsi itu memiliki amplitudo maksimum 54 mm dan berlangsung selama 20 detik.

Aktivitas erupsi juga terjadi pada pukul 02.59 WIB dan 02.52 WIB. Namun, secara visual kedua letusan tersebut tidak teramati dan pada saat laporan dibuat erupsi masih berlangsung.

Sementara itu, erupsi pada pukul 01.32 WIB tidak teramati secara visual. Letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 24 detik.

Erupsi pertama yang tercatat hari ini terjadi pukul 00.33 WIB. Visual letusan tidak teramati, tetapi aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi 14 detik.

Andi mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api.

"Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi dari petugas serta instansi terkait," kata Andi.



Simak Video "Video: Nasib Warga Sekitar Gunung Sinabung Pasca Erupsi"

(dai/dai)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork