26 Kali Erupsi, Gunung Anak Krakatau Masih Aktif hingga Pagi Ini

Lampung

26 Kali Erupsi, Gunung Anak Krakatau Masih Aktif hingga Pagi Ini

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Selasa, 25 Agu 2026 14:00 WIB
Erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau
Foto: Erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau (Dok. PVMBG)
Lampung Selatan -

Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Lampung Selatan masih berlangsung hingga Selasa (25/8/2026) pagi. Gunung api tersebut tercatat sudah mengalami 26 kali erupsi sejak Senin pagi (24/8/2026).

Erupsi ke-26 terjadi pada pukul 04.48 WIB. Letusan terakhir itu tidak terlihat secara visual dari Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

"Erupsi kembali terjadi pukul 04.48 WIB. Secara visual letusan tidak teramati, tetapi aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat," ujar petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, Selasa (25/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas erupsi GAK mulai tercatat sejak Senin (24/8) pukul 09.41 WIB. Letusan terus terjadi hingga dini hari, bahkan melewati pergantian hari.

Sebelum erupsi terbaru, sudah ada 25 letusan yang tercatat hingga pukul 04.30 WIB. Jarak antarerupsi bervariasi, dengan beberapa letusan terjadi hanya dalam hitungan menit.

ADVERTISEMENT

Tidak seluruh letusan dapat dilihat secara langsung. Pada malam hingga dini hari, sejumlah erupsi tidak teramati secara visual, tetapi aktivitasnya terekam pada peralatan seismograf.

"Pada malam hingga dini hari ada beberapa erupsi yang tidak teramati secara visual. Namun, rekamannya tetap terlihat pada alat seismograf sehingga aktivitasnya dapat terpantau," kata Andi.

Dengan erupsi pukul 04.48 WIB, total aktivitas erupsi GAK mencapai 26 kali dalam kurun waktu sekitar 19 jam.

Petugas masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik GAK. Pengamatan dilakukan melalui visual maupun rekaman kegempaan.

"Pemantauan terus dilakukan, baik secara visual maupun menggunakan peralatan seismograf. Kami mengikuti perkembangan aktivitas gunung dari waktu ke waktu," tuturnya.

Andi meminta masyarakat hingga wisatawan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif juga diminta untuk dihindari.

"Kami mengimbau masyarakat, wisatawan maupun pengunjung untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau," ujarnya.

"Jangan melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Kondisi gunung masih terus dipantau dan keselamatan harus menjadi prioritas," sambung Andi.

Sampai Selasa pagi, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terpantau. Petugas terus mengikuti perkembangan erupsi dan aktivitas kegempaan gunung api tersebut.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads