BMKG Sebut Ada Wilayah Sumsel Tanpa Hujan hingga 60 Hari

Sumatera Selatan

BMKG Sebut Ada Wilayah Sumsel Tanpa Hujan hingga 60 Hari

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 26 Agu 2026 15:40 WIB
deretan awan panca roba musim panas ke musih hujan. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Foto: Ilustrasi awan (dikhy sasra)
Palembang -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami hari tanpa hujan (HTH) dalam durasi panjang. Bahkan, ada wilayah yang tercatat tidak mengalami hujan hingga 60 hari.

"HTH terpanjang 60 hari terjadi di Pos Hujan Muara Kuang, Kecamatan Muara Kuang, Ogan Ilir," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, Wandayantolis, Rabu (26/8/2026).

Dia menyebut kondisi HTH di Sumsel cukup beragam, namun sebagian besar wilayah Sumsel masuk dalam kategori panjang atau selama 21-30 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari monitoring HTH menunjukkan sebagian besar wilayah Sumsel mengalami HTH dengan kategori panjang, yaitu 21-30 hari," katanya.

Dari monitoring HTH itu, wilayah dengan kategori HTH sangat pendek atau kisaran 1-5 hari berada di Wilayah OKU Selatan bagian tengah, OKU bagian tengah, Pagar Alam bagian barat, lahat bagian tengah, Empat lawang bagian utara dan barat. Kemudian di Mura bagian tengah, Muratara bagian utara, Muba bagian utara dan selatan, Muara enim bagian utara, dan OKI bagian barat.

ADVERTISEMENT

Sementara HTH kategori menengah (11-20 hari) berada di sebagian besar Lubuk Linggau, Empat Lawang bagian timur, Lahat bagian timur dan barat, Pagar Alam bagian utara, Muara Enim bagian timur, OKU Selatan bagian utara, Banyuasin bagian selatan dan Palembang bagian utara.

Sementara untuk kategori HTH sangat panjang (31-60 hari) terjadi di Banyuasin bagian selatan, Muba bagian barat, PALI bagian barat, Muara Enim bagian utara, Ogan Ilir bagian tengah, OKI bagian selatan, OKU sebagian tengah, dan OKU Timur bagian utara dan selatan.

"Di sebagian wilayah Sumsel bagian selatan masih terjadi hujan hingga updating terakhir," katanya.

Sementara pada dasarian III Agustus, dia menyebut jika sebagian besar wilayah Sumsel diprediksi berpeluang lebih dari 80 persen terjadi curah hujan rendah (0-50 mm). Wilayah Sumsel bagian tengah hingga timur diprediksi mengalami curah hujan rendah di bawah 20 mm dengan peluang di atas 70 persen.

Sebagian wilayah Muratara bagian barat, sebagian Mura bagian barat, sebagian Lahat bagian selatan, sebagian Pagar Alam, sebagian Muara Enim bagian selatan, dan sebagian OKU Selatan bagian barat berpeluang hingga 30 persen mengalami curah hujan menengah (50-100 mm).

"Seluruh wilayah Sumsel pada dasarian III Agustus diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah dengan dominasi sifat hujan bawah normal. Penurunan curah hujan terjadi di sebagian besar wilayah Sumsel, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah titik panas," jelasnya.

"Potensi terjadinya cuaca ekstrem akibat dari penurunan curah hujan perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim terkini dari BMKG, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan karhutla," imbuhnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads