Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyiapkan penanganan ancaman kekeringan di tengah musim kemarau. Tiga kecamatan menjadi perhatian karena warga mulai kesulitan memperoleh air bersih.
Tiga wilayah tersebut yakni Kecamatan Sukarami, Sematang Borang, dan Jakabaring. Kondisi kekeringan membuat sejumlah warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengungkapkan untuk mengatasi persoalan air bersih, Pemkot Palembang menggandeng PDAM Tirta Musi dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan). Pemerintah akan mengatur penyediaan serta pendistribusian tanki air bersih ke tiga kecamatan terdampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Distribusi air nantinya disesuaikan dengan waktu dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah," ujarnya saat memimpin rapat penanggulangan karhutla dan kabut asap bersama OPD dan camat se-Kota Palembang, Senin (24/8/2026).
Dalam rapat itu, dia meminta seluruh perangkat daerah segera turun menangani persoalan di lapangan.
Selain persoalan kekeringan, rapat juga membahas kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kabut asap. Setiap kecamatan diminta mendirikan posko siaga untuk memantau kondisi dan mempercepat penanganan jika terjadi kejadian.
"Intinya bagaimana optimalisasi posko yang ada di kecamatan serta mengkroscek kembali data yang ada agar bisa diselesaikan dan beres," katanya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) juga diminta menyiagakan armada pemadam kebakaran. Sementara itu, puskesmas di setiap kecamatan diminta menyediakan tabung oksigen untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Dari sektor kesehatan, Dewa akan memberikan perhatian khusus kepada anak sekolah dan kelompok masyarakat rentan. Masker akan dibagikan kepada masyarakat di seluruh kecamatan.
"Puskesmas juga kami minta meningkatkan kesiagaan dalam menangani warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)," jelasnya.
Untuk mencegah dampak kabut asap terhadap pelajar, Pemkot Palembang telah mengeluarkan imbauan agar sekolah tidak menggelar kegiatan di luar ruangan, termasuk upacara. Imbauan serupa juga berlaku bagi ASN.
Pemkot juga tengah membahas kemungkinan penerapan pembelajaran secara daring apabila kondisi kabut asap semakin mengganggu. Keputusan terkait kebijakan tersebut akan dibahas bersama dinas pendidikan dan perangkat daerah terkait.
Di sektor pertanian, Dewa meminta dinas pertanian berkoordinasi dengan balai di tingkat Pemprov Sumsel untuk menangani lahan persawahan yang mulai mengering. Langkah itu agar kondisi kekeringan tidak menghambat proses penanaman padi petani.
"Semua permasalahan kompleks satu per satu diurai. Dari kesehatan, air bersih, hingga pertanian. Kita selesaikan bersama OPD terkait," tukasnya.
